Bireuen. RU – Penguatan hubungan antara pemerintah dan kalangan dayah menjadi bagian dari kunjungan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh ke sejumlah dayah di Aceh Besar dan Bireuen, Sabtu (26/09/2026).
Di Bireuen, Dek Fadh menghadiri doa bersama dan Haul ke-1 almarhumah Ummi Hj. Ainal Mardhiah binti H. Ahmad (Ummi Arongan) di Kompleks Dayah Tauthiatuth Thullab, Gampong Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam.
“Kita hadir di sini untuk bersilaturahmi sekaligus mengenang almarhumah Ummi Hj. Ainal Mardhiah. Semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Dek Fadh.
Menurut Dek Fadh, dayah dan ulama memiliki peran penting dalam membentuk akhlak serta karakter generasi muda Aceh.
Pemerintah Aceh, kata dia, akan terus menjaga silaturahmi dan komunikasi dengan ulama serta pimpinan dayah.
“Dayah bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk akhlak dan karakter generasi Aceh. Silaturahmi seperti ini penting untuk terus kita jaga, karena ulama dan dayah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh,” katanya.
Dek Fadh juga berdiskusi dengan Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu Mudi), Tgk. H. Muniruddin M. Diah (Waled Kiran), dan Abiya Anwar Kuta Krueng mengenai kehidupan keumatan dan perkembangan pendidikan dayah di Aceh.
Dalam kunjungan di Bireuen, ia turut meninjau Dayah Harapan Ummat di Samalanga yang dipimpin Dr. Tgk. H. Luthfi untuk melihat kondisi fasilitas dan perkembangan pendidikan.
Sementara di Aceh Besar, Dek Fadh bersilaturahmi dengan pimpinan Dayah Istiqamatuddin Darul Muarif atau Dayah Lam Ateuk, Abu Haji Lam Ateuk, di Gampong Lambaro Bileu, Kecamatan Kuta Baro.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan perlengkapan ibadah berupa sajadah, mukena, dan sarung.
“Kita ingin silaturahmi ini tidak hanya sebatas datang dan bertemu, tetapi juga menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada dayah dan para santri. Mudah-mudahan apa yang kita berikan dapat bermanfaat dan semakin memperkuat semangat para santri dalam menuntut ilmu,” kata Dek Fadh.
Ia menegaskan, komunikasi dengan ulama dan dayah akan terus dijaga sebagai bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai keislaman, persatuan, dan ukhuwah masyarakat Aceh.
“Insya Allah, silaturahmi dengan ulama dan dayah akan terus kita jaga. Kita ingin pembangunan Aceh berjalan bersama-sama dengan ulama, sehingga kemajuan yang kita capai tetap berpijak pada nilai agama dan budaya Aceh,” pungkasnya.(R10)













