Atlet Anggar Abdya Dhuwi Gresia Lolos ke Kejuaraan Internasional di Thailand

Suriyanto pelatih dan Dhuwi Gresia Aprita, atlet asal Kabupaten Abdya lolos kejuaraan Anggar bertajuk Open Fencing Championships di Chulalongkorn University Bangkok, Thailand. Senin 21 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Atlet anggar asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Dhuwi Gresia Aprita, dipastikan berlaga pada ajang Open Fencing Championships yang digelar di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand.

Kejuaraan internasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 September hingga 5 Oktober 2026.

Putri dari pasangan M. Yusuf dan Asmidarlis asal Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, ini sebelumnya telah menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) di Banda Aceh selama enam bulan di bawah binaan pelatih Suriyanto alias Ryan Zorro.

Langkah Dhuwi menembus panggung internasional mendapat apresiasi penuh dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Abdya, Zulkarnaini.

Ia menilai pencapaian tersebut merupakan buah dari kegigihan dan kesungguhan Dhuwi selama menjalani masa latihan.

“Saya sangat mengapresiasi keberhasilan Dhuwi yang mampu menembus ajang internasional,” kata Zulkarnaini, Senin (21/09/2026).

Zulkarnaini menekankan pentingnya memanfaatkan ajang bergengsi ini sebagai sarana menambah jam terbang, mengukur efektivitas latihan, serta terpacu untuk tampil maksimal demi mengukir prestasi.

“Dengan adanya perwakilan atlet Anggar Abdya di ajang kejuaraan internasional ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet cabang olahraga (Cabor) lainnya di bawah binaan KONI Abdya,” ucapnya.

Ia berharap partisipasi Dhuwi di Thailand menjadi bagian penting dari penguatan sistem pembinaan olahraga di Abdya, sekaligus memicu lahirnya lebih banyak atlet daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga kedepannya semakin banyak atlet kita di Abdya semakin berkembang serta mampu melangkah ke tingkat nasional maupun internasional dan mengharumkan nama daerah,” pungkas Zulkarnaini.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...