Kutacane. RU – Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir di Aceh Tenggara diikuti meningkatnya jumlah pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di RSUD Sahudin Kutacane.
Direktur RSUD Sahudin Kutacane Muhammad Alfazri mengatakan, kenaikan pasien mulai terlihat sejak Juli 2026.
“Data pasien yang terserang ISPA memang meningkat sejak bulan Juli 2026 lalu. Hal ini diakibatkan adanya perubahan cuaca yang tidak menentu,” kata Alfazri seperti diberitakan rahasiaumum.com, Selasa (15/09/2026).
Meski demikian, rumah sakit belum dapat memastikan satu faktor sebagai penyebab utama.
Menurut Alfazri, gangguan saluran pernapasan dapat dipengaruhi berbagai kondisi.
Peningkatan tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Aceh Tenggara dalam beberapa hari terakhir diselimuti kabut.
Namun, belum ada kesimpulan bahwa kondisi itu berkaitan langsung dengan kenaikan kasus ISPA.
Alfazri mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Kepada warga, dalam cuaca yang tidak menentu saat ini harus melakukan proteksi diri, seperti menggunakan masker,” ujarnya.
RSUD Sahudin Kutacane masih memantau pasien dengan keluhan saluran pernapasan untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut.(AFW11)













