Antisipasi Erupsi Burni Telong, TNI Sosialisasikan Jalur Evakuasi kepada Warga

Jajaran Kodim 0119/Bener Meriah, Koramil 03/Timang Gajah sosialisasi ke masyarakat antisipasi potensi bencana alam letusan gunung berapi Burni Telong. Sabtu 12 September 2026 [Dok. rahasiaumum.com/BI09]

Redelong. RU – Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, diminta tidak menunggu kondisi darurat untuk mengenali jalur penyelamatan.

TNI AD mulai menyosialisasikan rute evakuasi dan lokasi berkumpul sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi letusan gunung api tersebut.

Sosialisasi dilakukan personel Koramil 03/Timang Gajah, Kodim 0119/Bener Meriah, di Desa Bandar Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Sabtu (12/09/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Komandan Koramil 03/Timang Gajah Kapten Inf Takdir Anur.

Takdir mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada warga mengenai jalur evakuasi, titik kumpul, serta lokasi yang dianggap aman apabila terjadi peningkatan aktivitas Gunung Burni Telong.

“Kita berharap kepada masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar gunung api perlu memiliki kesiapsiagaan sejak dini. Selain itu pemahaman terhadap jalur evakuasi masyarakat harus paham dan mengerti ketika terjadi kondisi darurat,” terangnya.

Ia menekankan, pengetahuan mengenai rute evakuasi dan titik kumpul yang telah ditentukan menjadi salah satu hal penting ketika situasi darurat terjadi.

Jalur evakuasi

Takdir menyebut sejumlah desa yang masuk jalur evakuasi, yakni Kenine, Pajar Harapan, Damaran Baru, Bandar Lampahan, Karang Jadi, dan Mude Benara.

Warga dari wilayah tersebut diarahkan menuju titik kumpul di Kampus USK II Lampahan dan SDN Simpang Lancang.

Adapun jalur lainnya meliputi Desa Rembune, Pantan Pediangan, Bukit Mulie, Lampahan Induk, Lampahan Timur, dan Lampahan Barat.

Titik kumpul bagi warga di kawasan itu berada di SMAN 3 Timang Gajah, MTs Belang Rongka, dan MIN Belang Rongka.

Selain memahami rute penyelamatan, masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas gunung api berdasarkan informasi dan rekomendasi resmi dari instansi berwenang, termasuk Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Pernah berstatus Siaga

Gunung Burni Telong merupakan gunung api kerucut aktif dengan ketinggian sekitar 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada di Kabupaten Bener Meriah.

Catatan sejarah menunjukkan gunung tersebut pernah mengalami erupsi pada 1837, 1839, 1856, 1919, dan 1924.

Aktivitasnya juga sempat meningkat pada awal Januari 2026.

Saat itu, status Gunung Burni Telong dinaikkan menjadi Level III atau Siaga karena terjadi peningkatan aktivitas kegempaan.

Sosialisasi jalur evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan zona merah dengan radius sekitar 3,5 hingga 4 kilometer dari gunung api.

Dengan memahami rute penyelamatan dan lokasi berkumpul sejak dini, warga diharapkan dapat mengambil tindakan cepat dan terarah jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Burni Telong.(BI09)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...