35 Siswa SLBN Aceh Tamiang Belajar Mitigasi Bencana lewat Kelas Berdaya PERTAMINA

Tampak sejumlah siswa SLBN Pembina Aceh Tamiang bersama karyawan Pertamina EP Rantau Field menggelar program "Kelas Berdaya" pembelajaran tanggap bencana serta kepedulian lingkungan. Jumat 21 Agustus 2026 [Dok. rahasiaumum.com/S04]

Kualasimpang. RU – Sebanyak 35 siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Aceh Tamiang mengikuti program “Kelas Berdaya” yang digelar Pertamina EP (PEP) Rantau Field untuk mengenalkan kepedulian lingkungan dan dasar-dasar mitigasi bencana.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu melibatkan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA dengan beragam kebutuhan khusus.

Program tersebut menggandeng kelompok binaan Satgas Digdaya dan Program Pemberdayaan Masyarakat Pertamina (PPMP).

Wakil Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang Budi Gunawan mengatakan, pendidikan kebencanaan dan kepedulian lingkungan penting diberikan kepada siswa berkebutuhan khusus dengan pendekatan yang sesuai.

“Acara ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka, diajarkan terlibat dalam aksi penghijauan dan belajar mitigasi bencana. Kelas Berdaya sangat membantu dalam membangun kepercayaan diri, kepedulian sosial dan karakter peduli terhadap lingkungan,” ujarnya, Jumat (21/08/2026).

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan puluhan alat kebersihan, seperti sapu, serokan, kain pel, dan ember.

Setelah itu, siswa bersama guru serta perwakilan manajemen PEP Rantau Field menanam 42 bibit pohon di lingkungan sekolah.

“Menanam pohon sebagai mitigasi berbasis alam untuk mengurangi resiko banjir dan dampak perubahan iklim. Seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim,” katanya.

Sementara itu, Pjs Field Manager Pertamina EP Rantau Mulki Hakiem Adli Mustaqiem mengatakan, Kelas Berdaya merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) secara berkelanjutan.

Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas siswa berkebutuhan khusus sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami percaya bahwa perubahan selalu diawali dengan langkah-langkah sederhana. Seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kepedulian sejak dini,” ungkapnya.

Kelas Berdaya dirancang menggunakan materi yang mudah dipahami melalui metode visual dan praktik langsung.

Para siswa diperkenalkan pada langkah pencegahan serta evakuasi yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Selain itu, mereka diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.

Pertamina EP Field Rantau merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Aceh.

Operasional PEP Rantau berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) serta Badan Pengawasan Migas Aceh (BPMA).

Wilayah operasinya tersebar di empat kabupaten/kota, empat kecamatan, dan 20 desa.

Dalam menjalankan Program Pengembangan Masyarakat (PPM), PEP Rantau mengembangkan berbagai kegiatan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta tanggap bencana untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.(S04)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...