68 Calon Paskibraka Abdya Mulai Ikuti Pemusatan Latihan

Kepala Badan Kesbangpol Abdya, Indra Darmawan saat membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka tahun 2026, di aula Kesbangpol setempat. Sabtu 18 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/T08]

Blangpidie. RU – Sebanyak 68 siswa SMA sederajat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2026 sebagai persiapan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Agustus 2026 itu dibuka Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Abdya, Indra Darmawan, mewakili Bupati Abdya, di Aula Kesbangpol, Sabtu (18/07/2026).

Indra mengatakan, para peserta berhasil lolos setelah melalui proses seleksi yang ketat sehingga layak menjadi calon anggota Paskibraka Kabupaten Abdya.

“Terpilihnya kalian merupakan bukti bahwa kalian memiliki kemampuan, kedisiplinan, semangat, serta karakter yang layak untuk dibina menjadi putra-putri terbaik Kabupaten Abdya,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan lolos seleksi bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal pembentukan karakter.

Selama pemusatan latihan, peserta akan dibina secara fisik, mental, dan intelektual, sekaligus ditanamkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, gotong royong, disiplin, serta cinta tanah air.

Indra menegaskan Paskibraka bukan hanya tentang keterampilan baris-berbaris dan pengibaran bendera, tetapi juga wadah membentuk karakter generasi muda.

“Di sinilah lahir generasi muda yang tangguh, berintegritas, memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, serta siap menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” katanya.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh, mematuhi aturan, menghormati pelatih dan pembina, menjaga kesehatan, serta membangun kebersamaan.

“Jadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Kepada pelatih, pembina, dan panitia, Indra meminta agar membimbing peserta dengan dedikasi, ketegasan, serta keteladanan melalui pendekatan yang humanis.

“Tanamkan nilai-nilai disiplin tanpa mengabaikan pendekatan yang humanis, sehingga mereka tidak hanya menjadi pasukan pengibar bendera yang terampil, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu menjadi pemimpin masa depan,” harapnya.(T08)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...