Tradisi Rapai Kaoy Dihidupkan Lagi, Jadi Upaya Merawat Warisan Leluhur

Foto bersama Mahasiswa KKN Reguler Kelompok 192 USK dengan warga usai menghidupkan Kembali kesenian tradisional Rapai Kaoy, di di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Jeunieb, Bireuen. Selasa 14 Juli 2026 [Dok. rahasiaumum.com/*]

Bireuen. RU – Kesenian tradisional Rapai Kaoy kembali bergema di Gampong Meunasah Dayah, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, setelah sempat lama jarang dipentaskan.

Tradisi yang telah diwariskan sekitar 150 tahun itu dihidupkan kembali melalui inisiatif mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 192 Universitas Syiah Kuala (USK) bersama masyarakat setempat.

Ketua KKN Reguler Kelompok 192 USK, Aanda, mengatakan keterlibatan mahasiswa bertujuan mendorong generasi muda agar kembali mengenal dan merawat warisan budaya yang mulai jarang ditampilkan.

Menurut dia, pelestarian tradisi tidak cukup dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga dengan menghidupkannya kembali di tengah masyarakat.

“Rapai Kaoy bukan sekadar seni tabuh, tetapi warisan leluhur yang mengandung nilai sejarah, keislaman, dan kebersamaan. Kami berharap generasi muda terus mencintai, mempelajari, dan melestarikan tradisi ini agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” kata Aanda seperti diberitakan rahasiaumum.com, Rabu (15/07/2026).

Kebangkitan Rapai Kaoy dinilai menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya lokal di Kabupaten Bireuen.

Masyarakat berharap kesenian tersebut kembali mendapat ruang dalam kegiatan adat, keagamaan, maupun kebudayaan sehingga tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

Warga juga mengharapkan dukungan pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan pelaku seni untuk memperkuat upaya pelestarian Rapai Kaoy.

Dengan demikian, tradisi yang sarat nilai sejarah, spiritual, dan religius itu dapat terus bertahan sebagai salah satu identitas budaya Aceh.(*)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...