Pemkab Aceh Besar Gelar GPM, Harga Pangan Dijual Lebih Terjangkau

Tampak warga saat membeli paket pangan murah pada pelaksanaan GPM yang berlangsung di halaman Kantor Camat Darul Kamal, Aceh Besar. Selasa 7 Juli 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Camat Darul Kamal, Selasa (07/07/2026), dan disambut antusias masyarakat.

Sebanyak 300 paket pangan disediakan dengan komoditas beras premium 1.785 kilogram, gula pasir 760 kilogram, minyak goreng 760 liter, serta telur ayam 300 papan.

Program hasil kolaborasi Dinas Pangan Aceh Besar bersama Perum Bulog Kanwil Aceh, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia, dan TPID Aceh Besar itu bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pengendalian inflasi.

Bupati Aceh Besar Muharram Idris mengatakan GPM menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat. Program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di daerah,” ujarnya.

Kepala Bidang Distribusi, Informasi, dan Cadangan Pangan Aceh Besar, Idarlaila, SP, MP, menjelaskan satu paket pangan dijual Rp215.000, terdiri dari beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2 kilogram, telur ayam satu papan, bawang merah setengah kilogram, dan cabai merah setengah kilogram.

Ia menyebut terdapat penyesuaian harga pada beberapa komoditas, yakni telur ayam turun menjadi Rp40.000 per papan dari sebelumnya Rp42.000, serta cabai merah menjadi Rp20.000 per setengah kilogram dari Rp25.000.

“Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar,” jelas Idarlaila.(*)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...