Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong penguatan kader ulama sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan penjagaan nilai keislaman di tengah perkembangan era digital.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, saat membuka Pendidikan Kader Ulama MPU Kota Banda Aceh Tahun 2026 di Diana Convention Hall, Selasa (07/07/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Kader Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah di Era Digitalisasi” tersebut diikuti 40 peserta dari kalangan guru dayah dan alumni dayah di Kota Banda Aceh.
Afdhal mengatakan pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat kualitas manusia serta nilai agama.
“Ketika berbicara tentang masa depan Kota Banda Aceh, bukan hanya soal infrastruktur, investasi, atau pertumbuhan ekonomi. Yang jauh lebih penting adalah membangun sumber daya manusia serta menjaga nilai-nilai agama dan keislaman sebagai pondasi utama pembangunan,” ujarnya.
Ia menegaskan, kemajuan Banda Aceh harus tetap berjalan seiring dengan identitas daerah sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai Islam.
Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk. Syibral Malasyi, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas MPU sebagaimana amanat UUPA Tahun 2006 untuk melahirkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai keislaman.
Sementara itu, Ketua Sekretariat MPU Kota Banda Aceh, Alizar, mengatakan pendidikan kader ulama berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026.
Peserta mendapatkan pembekalan dari ulama dan cendekiawan muslim sebelum mengikuti orientasi lapangan di Dayah Darul Abrar Calang, Aceh Jaya.(R015)













