Blangpidie. RU – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Barat Daya (Abdya) memperkuat peran masyarakat dalam mengawal demokrasi melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di sekretariat lembaga tersebut, Selasa (23/06/2026).
Kegiatan bertema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” itu diikuti 40 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat, hingga lintas profesi.
Panwaslih juga melibatkan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mendorong pengawasan yang inklusif.
Acara dibuka Anggota Panwaslih Provinsi Aceh, Fahrul Rizha Yusuf.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan publik untuk memperkuat pengawasan dan menjaga kualitas proses demokrasi.
“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap proses demokrasi, potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini dan kualitas penyelenggaraan pemilu dapat terus ditingkatkan,” ujar Fahrul.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Panwaslih Abdya, Rizwan SHI, menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program strategis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam meningkatkan kapasitas warga sebagai mitra pengawasan.
“Pendidikan Pengawas Partisipatif bukan sekadar kegiatan pelatihan atau transfer pengetahuan, tetapi merupakan investasi demokrasi jangka panjang,” kata Rizwan.
Melalui program tersebut, Panwaslih Abdya berharap tumbuh kesadaran kolektif di tengah masyarakat bahwa menjaga integritas pemilu bukan hanya tugas penyelenggara, melainkan tanggung jawab bersama demi terwujudnya Pemilu 2029 yang bermartabat.(T018)













