Aceh Tengah Usulkan Rehabilitasi 238 Sekolah Terdampak Bencana

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, saat bertemu Dirjendikdasmen Gogot Suharwoto, di Jakarta. Senin 8 Juni 2026 [Dok. Prokopim Aceh Tengah/rahasiaumum.com]

Jakarta. RU – Pemulihan sektor pendidikan pascabencana di Kabupaten Aceh Tengah terus dipercepat, terutama untuk mengakhiri proses belajar mengajar di tenda yang masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.

Hal itu disampaikan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, usai bertemu Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Senin (08/06/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Aceh Tengah mengajukan lima usulan prioritas terkait relokasi dan rehabilitasi sekolah terdampak bencana.

Data yang disampaikan mencatat 17 sekolah berada di zona merah dan harus direlokasi, terdiri dari lima TK, sepuluh SD, dan dua SMP. Selain itu, sebanyak 238 sekolah membutuhkan rehabilitasi, meliputi 27 TK, 174 SD, dan 37 SMP.

Haili Yoga menegaskan, sejumlah sekolah yang masih belajar di tenda, termasuk di Kecamatan Linge, harus segera mendapatkan solusi permanen demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

“Beberapa sekolah masih belajar di tenda. Tanah untuk relokasi sudah kami siapkan. Namun kondisi longsor yang terus terjadi di Aceh Tengah menyebabkan proses penanganan menjadi lebih lambat. Kami tidak ingin masyarakat berpikir bahwa pemerintah tidak hadir dalam menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini tengah menyiapkan lahan relokasi yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat sebagai dasar pembangunan sekolah baru.

“Hari ini kami menyampaikan lima item proposal terkait relokasi sekolah TK, SD, dan SMP. Alhamdulillah sudah mendapat penjelasan dari Pak Dirjen dan langsung ditindaklanjuti,” kata Haili.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Aceh Tengah melalui pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD) sebagai solusi sementara.

“Apa yang bisa kita lakukan untuk pemulihan Aceh Tengah akan terus kita dorong. Tahapan sekolah di tenda harus selesai. Pemda siapkan lahan baru relokasi, kemudian kita bangun Ruang Kelas Darurat. Kalau lahannya tersedia, kita pastikan dalam dua minggu RKD bisa selesai dibangun,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga kini telah dibangun 33 Ruang Kelas Darurat di wilayah terdampak bencana dan tim teknis terus diterjunkan untuk mempercepat penanganan sekolah prioritas.

Pemerintah daerah berharap dukungan ini dapat mempercepat terwujudnya ruang belajar yang aman dan layak bagi siswa.

“Semoga sekolah yang aman dan nyaman segera terwujud di Aceh Tengah sehingga anak-anak dapat belajar dengan baik dan tenang,” kata Haili Yoga.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...