Banda Aceh. RU – Peresmian Kantor Pemasaran Aceh PT Sucofindo (Persero) di kawasan Batoh, Banda Aceh, Rabu (03/06/2026), menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam pengembangan ekonomi lokal.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyambut kehadiran Sucofindo sebagai mitra strategis yang mendukung peningkatan kualitas dan daya saing pelaku usaha.
BUMN di bawah Holding IDSurvey dan Danantara Indonesia itu bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC).
“Kami melihat kehadiran Sucofindo sebagai mitra yang akan membantu pelaku usaha kita mendapatkan pendampingan, meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan membuka peluang pasar yang lebih besar,” ujar Illiza.
Ia menilai kantor tersebut memperluas akses pengembangan usaha di daerah.
“Ini bukan sekadar gedung pelayanan, tetapi juga akses baru bagi pelaku usaha Aceh untuk berkembang lebih baik, lebih siap, dan lebih percaya diri menghadapi persaingan pasar.”
Illiza juga menekankan pentingnya standar mutu di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, mulai dari kualitas, keamanan, hingga sertifikasi halal.
Ia menyebut peran Sucofindo semakin relevan dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Menurutnya, Banda Aceh memiliki potensi ekonomi besar, termasuk 47.640 pelaku UMKM per Desember 2025 yang menjadi penopang utama ekonomi kota.
Kehadiran Sucofindo juga mendukung program Banda Aceh Academy (BAA).
“Tentu dengan adanya Sucofindo akan memberi kemudahan bagi kami dalam membuat pelatihan hingga pesertanya mendapat sertifikasi,” katanya.
Ia berharap kantor tersebut menjadi ruang kolaborasi dan pendampingan bagi pelaku usaha.
Pemerintah kota, lanjutnya, siap memperkuat kerja sama dalam pengembangan UMKM, investasi, dan peningkatan kualitas produk.
“Saya percaya, ketika pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha berjalan dengan semangat yang sama, maka manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.(R015)













