Masyarakat Beutong Ateuh: Tanpa Tambang Kami Juga Bisa Sejahtera

Tampak warga Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya yang didominasi perempuan memberi isyarat penolakan terhadap rencana investasi tambang. Sabtu 30 Mei 2026 [Dok. Perempuan Beutong Bersatu/rahasiaumum.com]

Nagan Raya. RU – Rencana pengembangan tambang tembaga di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, terus mendapat penolakan dari masyarakat setempat meski muncul klaim potensi investasi yang dapat mencapai Rp200 triliun.

Ketua Perempuan Beutong Bersatu, Saudah, menegaskan warga tidak akan mengubah sikap hanya karena adanya janji investasi bernilai besar dari sektor pertambangan.

Menurut dia, masyarakat lebih memilih mempertahankan tanah, hutan, serta sumber penghidupan yang selama ini menopang kehidupan warga dibanding menerima manfaat ekonomi yang dianggap hanya bersifat sementara.

“Kami tidak akan berubah pikiran dan akan terus menyuarakan penolakan terhadap tambang yang dapat menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan hidup masyarakat Beutong Ateuh,” kata Saudah, seperti diberitakan rahasiaumum.com, Sabtu (30/05/2026).

Ia menegaskan masyarakat siap mempertahankan wilayah mereka dari aktivitas pertambangan meski harus menghadapi berbagai risiko.

“Kami akan pertahankan tanah Beutong meski nyawa taruhannya,” ujarnya.

Saudah menilai kesejahteraan tidak selalu ditentukan oleh besarnya nilai investasi yang masuk ke suatu daerah.

Selama alam Beutong tetap terjaga, kata dia, warga masih dapat memenuhi kebutuhan hidup melalui hasil hutan, pertanian, dan sumber daya alam yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kami tidak perlu uang banyak. Kami hanya butuh kehidupan yang layak berdampingan dengan alam. Mendapatkan hasil dari alam saja sudah cukup untuk hidup kami,” ungkap Saudah.

Ia juga menegaskan tanah Beutong merupakan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang, bukan dimanfaatkan demi keuntungan jangka pendek.

“Tanah ini untuk anak cucu kami, bukan untuk dijual demi kenikmatan sesaat para penguasa,” tegasnya.

Menurut Saudah, jika pemerintah tetap membuka jalan bagi investor untuk masuk ke Beutong Ateuh, masyarakat akan terus menyuarakan penolakan.

“Jika bupati mau memasukkan investor untuk mengeruk hasil bumi di Beutong, maka kami pastikan akan terus melawan mempertahankan tanah leluhur kami ini untuk masa depan anak cucu kami. Tanpa tambang kami juga bisa sejahtera,” katanya.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, nilai investasi sebesar apa pun dinilai tidak sebanding dengan fungsi hutan, sumber air, serta lingkungan yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...