Tinggal di Kolong Jembatan, Satu Keluarga Dipindahkan ke Rumah Singgah

Proses pemindahan satu keluarga yang tinggal di bawah Jembatan Pango, Kecamatan Ulee Kareng dibawa ke rumah singgah di Banda Aceh. Rabu 20 Mei 2026. [Dok. Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Keberadaan satu keluarga yang tinggal di bawah Jembatan Pango, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, akhirnya ditertibkan aparat gabungan karena dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak.

Penertiban dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh bersama unsur Kecamatan Ulee Kareng, aparatur Gampong Pango Raya, serta pemuda setempat.

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Camat Ulee Kareng didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban sebagai bagian dari penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Berdasarkan informasi di lapangan, keluarga itu terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak.

Sang suami diketahui berasal dari Medan, sedangkan istrinya merupakan warga Banda Aceh.

Keberadaan mereka di bawah jembatan sebelumnya menjadi perhatian warga karena lokasi tersebut dianggap tidak layak huni dan berisiko terhadap keamanan penghuni, khususnya anak-anak.

“Demi keamanan dan keselamatan, tim berupaya mengarahkan keluarga tersebut agar bersedia dipindahkan ke rumah singgah,” demikian disampaikan dalam kegiatan penertiban tersebut, Rabu (20/05/2026).

Atas pertimbangan kemanusiaan dan penanganan sosial lanjutan, tim gabungan kemudian membawa keluarga itu ke Rumah Singgah Kota Banda Aceh untuk mendapatkan pendampingan sesuai prosedur yang berlaku.

Pemerintah Kecamatan Ulee Kareng menyebut langkah itu merupakan bagian dari upaya terpadu dalam menangani PMKS sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak qanun, dan masyarakat diharapkan terus terjalin guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan manusiawi di Kota Banda Aceh.(R015)

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...