Siswa Taruna Nusantara Diskusi di Rumah Singgah Blood Life Foundation

Tampak Michael Octaviano ketua umum pusat Rumah Singgah Blood Life Foundation foto bersama 4 siswa SMA Taruna Nusantara. Kamis 25 Desember 2025. [Foto Dok : Rumah Singgah Blood Life Foundation/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Rumah Singgah Blood Life Foundation, program kemanusiaan milik Yayasan Blood Life Foundation Indonesia, terus berperan memberikan tempat tinggal gratis bagi pasien dan pendamping keluarga kurang mampu dari luar daerah yang menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan rujukan.

Lembaga sosial di bidang kesehatan dan kemanusiaan ini dipimpin Michael Octaviano sebagai Ketua Umum Pusat.

Selain hunian layak, rumah singgah juga menyediakan kebutuhan dasar serta pendampingan sosial guna meringankan beban pasien selama proses perawatan.

Sebagai bagian dari penguatan wawasan kepemimpinan dan kepedulian sosial, empat siswa SMA Taruna Nusantara, yakni Zia Nafil Khadafi, M. Irshal Malika, Kalila JB, dan Adira K W M, mengikuti diskusi bersama Michael Octaviano di Banda Aceh.

Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar tantangan pasien kurang mampu, peran strategis rumah singgah dalam sistem layanan kesehatan, serta pentingnya empati, solidaritas, dan kepedulian sosial dalam membentuk karakter pemimpin masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Michael Octaviano menyampaikan pesan motivasi kepada para siswa agar memiliki semangat juang, kedisiplinan, serta ketangguhan mental.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kalian harus sungguh-sungguh belajar, menjadi pejuang yang tangguh, tidak cengeng, tidak mudah menyerah, serta tidak larut dalam perasaan. Disiplin adalah kunci. Kesuksesan sejati adalah ketika kita mampu membahagiakan dan memberi manfaat bagi orang lain. Kalianlah yang kelak harus membangun bangsa ini,” ujar Michael.

Para siswa mengaku memperoleh wawasan dan inspirasi baru terkait kerja-kerja sosial Blood Life Foundation dalam mendampingi pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat singgah selama menjalani pengobatan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara generasi muda dan lembaga sosial, sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian serta nilai kemanusiaan sebagai bekal kepemimpinan masa depan.(*)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...