Hoaks Vaksin Jadi Tantangan Program Imunisasi di Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal saat mendampingi kunjungan Wamenkes dan Ketua PKK Aceh, ke Puskesmas Lueng Bata. Jumat 22 Mei 2026. [Dok. rahasiaumum.com/IA03]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh terus mempercepat cakupan imunisasi anak menyusul masih rendahnya perlindungan dasar bagi balita di ibu kota provinsi tersebut.

Hingga kini, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 34 persen.

Selain itu, sebanyak 63 persen anak tercatat berstatus zero dose atau belum pernah menerima vaksin DPT, HB, dan HIB sama sekali.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya kasus penyakit menular di masyarakat.

“Ini tentu kondisi yang tidak bisa kami anggap biasa,” ujar Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, pada acara Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing Mengejar Anak Zero Dose di Kota Banda Aceh, Jumat (22/05/2026) di Aula Bapelkes Aceh.

Ia menyebutkan, di Banda Aceh tercatat 119 kasus campak, sementara kasus leptospirosis mencapai lebih dari 1.600 kasus.

Berdasarkan pemetaan UNICEF, selama lima tahun terakhir cakupan imunisasi di Banda Aceh juga berada di bawah 50 persen.

“Artinya selama bertahun-tahun dua dari tiga bayi kita belum mendapatkan imunisasi lengkap,” katanya.

Pemko Banda Aceh kini memperkuat layanan imunisasi di puskesmas dan posyandu, melakukan pendataan sasaran hingga tingkat gampong, serta menjalankan strategi jemput bola melalui kader kesehatan yang mendatangi rumah warga.

Pemerintah juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat untuk menangkal hoaks terkait vaksinasi.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami pentingnya imunisasi dan konsep kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Imunisasi bukan hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga masih adanya keraguan dari sebagian tenaga kesehatan terhadap program imunisasi.

Karena itu, Pemko Banda Aceh melibatkan berbagai pihak seperti PKK, tokoh agama, keuchik, sekolah, hingga media massa untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami berharap dukungan semua pihak agar kualitas kesehatan masyarakat Banda Aceh terus meningkat,” katanya.(IA03)

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...