Banjir Rob Rendam Ratusan Rumah di Langsa

Banjir Rob Langsa
Banjir rob merendam ratusan rumah di Gampong Kuala Langsa, Minggu (17/05/2026). [Foto: Kiriman warga]

Kota Langsa. RU – Banjir rob yang disebabkan air pasang di laut, merendam ratusan rumah di permukiman pesisir Kota Langsa, seperti Gampong Kuala Langsa, Sungai Pauh, dan desa pesisir lainnya pada Minggu (17/05/2026).

Banjir rob tidak hanya menggenangi rumah, tapi juga merendam jalan utama menuju Kuala Langsa dan kawasan pesisir, sehingga kendaraan roda dua sulit melintas.

Banjir rob ini dipicu oleh kombinasi air pasang besar dan cuaca ekstrem yang menyebabkan gelombang laut naik ke daratan.

Genangan air laut pasang (banjir rob) setinggi 30 hingga 60 cm yang merendam badan jalan sejak pukul 11.00 WIB merupakan fenomena rutin di wilayah pesisir yang dipicu oleh pasang maksimum air laut.

Setiap bulan purnama dan ditambah dengan air hujan, air laut pasti masuk sampai ke rumah warga.

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa sudah menurunkan petugas ke lokasi terdampak banjir rob di Gampong Kuala Langsa.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengamankan barang berharga, dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi,” kata Pj Kalaksa BPBD Kota Langsa, Dr Muhammad Yusuf Akhbar.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...