Zaman Akli Tekankan Sinergi Petani Hadapi Tantangan Pertanian Abdya

Wabup Zaman Akli saat membuka Musyawarah Turun ke Sawah MT Gadu Tahun 2026, yang dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Pertanian Abdya. Kamis 7 Mei 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli menyebut wilayah yang dikenal sebagai Bumoe Breuh Sigupai memiliki lahan sawah seluas 7.153 hektare dan berpotensi sebagai lumbung pangan di barat selatan Aceh.

Ia juga menilai daerah tersebut didukung kesuburan tanah, ketersediaan air, serta petani yang berpengalaman dan ulet.

Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Turun ke Sawah musim tanam gadu 2026 di halaman Dinas Pertanian Abdya, Kamis (07/05/2026).

Meski demikian, ia menegaskan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti perubahan iklim, ketidakpastian musim, serangan hama, serta fluktuasi harga dan distribusi.

“Oleh karena itu, musyawarah turun ke sawah ini menjadi sangat strategis,” ujar Zaman Akli.

Ia menjelaskan forum tersebut menjadi wadah untuk menentukan jadwal tanam serentak, pola tanam, dan langkah teknis secara bersama.

“Di sinilah kita menentukan jadwal tanam yang serentak, pola tanam yang tepat, serta langkah-langkah teknis yang harus kita lakukan secara bersama-sama,” ucapnya.

Zaman Akli menegaskan keseragaman waktu tanam penting untuk efisiensi, pengendalian hama, dan peningkatan hasil produksi.

Ia juga menekankan keberhasilan pertanian membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Kita menekankan bahwa keberhasilan musim tanam tidak hanya ditentukan oleh petani semata, tetapi juga oleh sinergi semua pihak,” tuturnya.

Ia menambahkan pemerintah daerah harus menghadirkan program tepat sasaran, penyuluh aktif mendampingi petani, sementara petani diharapkan terbuka terhadap inovasi dan teknologi pertanian.(T018)

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...