Banda Aceh. RU – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Badar, Gampong Kota Baru, Kecamatan Kuta Alam, saat Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar prosesi peusijuek bagi 684 Jamaah Calon Haji (JCH) tahun 2026, Minggu (03/05/2026).
Kegiatan dihadiri Ketua MPU, Ketua MAA, Kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh, para pembimbing KBIHU, kepala OPD terkait, serta keluarga jamaah yang memberikan dukungan moral dan spiritual.
Wali Kota Banda Aceh diwakili Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan, dan SDM, Ust. Ridwan, S.Ag., M.Pd.
Ia menegaskan peusijuek merupakan bagian dari tradisi kearifan lokal masyarakat Aceh.
“Melalui peusijuek ini, kita memanjatkan doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ujarnya.
Kepala Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Fahrul Razi, S.STP, M.Si selaku ketua panitia menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan keberangkatan JCH Kota Banda Aceh dengan melibatkan berbagai unsur agar pelaksanaan berjalan tertib.
Selain prosesi adat, pemerintah kota juga menyerahkan bingkisan bungong jaroe berupa perlengkapan ibadah untuk mendukung kebutuhan jamaah selama berada di Tanah Suci.
Keberangkatan JCH Kota Banda Aceh 1447 H/2026 M dibagi dalam beberapa kloter.
Kloter 01 berjumlah 287 orang dijadwalkan berkumpul di halaman Balai Kota pada 5 Mei pukul 05.00 WIB, pelepasan pukul 06.00 WIB, dan masuk embarkasi pukul 07.00 WIB.
Kloter 04 sebanyak 186 jamaah diberangkatkan pada 8 Mei dengan jadwal serupa.
Kloter 12 berisi 114 orang dijadwalkan pada 17 Mei, sedangkan Kloter 14 sebanyak 87 jamaah pada 19 Mei.
Rangkaian tersebut menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kelancaran ibadah haji.(TA019)














