Subulussalam. RU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam menjadi sasaran modus penipuan baru yang mencatut nama instansi kepegawaian daerah.
Surat mutasi palsu beredar melalui aplikasi pesan singkat dengan dalih koordinasi penataan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri.
Dokumen bernomor 800/57/BKPSDM.IV/2026 itu dibuat menyerupai surat resmi guna meyakinkan penerima.
Namun, ditemukan sejumlah kejanggalan, antara lain kesalahan penulisan pangkat pejabat serta penggunaan tanda tangan elektronik yang tidak sah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam, Nasrul Padang, mengimbau tenaga pendidik tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh.
Ia menegaskan pentingnya verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima.
“Saya meminta agar para guru yang menerima pesan dari orang yang tidak bertanggung jawab, apalagi pesan mutasi mengatasnamakan BKPSDM ataupun yang lainnya, langsung mempertanyakan dan tetap berhati-hati,” ujar Nasrul, Selasa (28/04/2026).
Ia menambahkan, pelaku biasanya mengarahkan korban untuk menghubungi nomor tertentu dengan alasan koordinasi lanjutan.
Selain itu, kesalahan mencolok terlihat pada pencantuman pangkat pejabat yang ditulis golongan IV/b, padahal data sebenarnya telah mencapai IV/c.
Dinas Pendidikan memastikan mekanisme mutasi guru tetap mengikuti prosedur resmi melalui jalur kedinasan, bukan melalui pesan pribadi seperti WhatsApp.
ASN diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi serupa guna mencegah kerugian lebih luas.
Untuk memastikan keabsahan informasi, aparatur disarankan melakukan konfirmasi langsung ke kantor dinas atau BKPSDM.
Langkah ini dinilai penting sebagai upaya perlindungan dari pihak yang memanfaatkan situasi penataan kepegawaian demi kepentingan pribadi.(MB017)














