Warga Panton Makmur Meriahkan HUT ke-24 Abdya, Meuseraya Toet Leumang Tetap Jaga Kekompakan

Warga Toet Leumang
Kegiatan meuseraya toet leumang tetap jaga kekompakan, Sabtu (24/04/2026).[Foto: T018/Rahasiaumum.com]

Blangpidie.RU – Gampong Panton Makmur mengikuti kegiatan meuseuraya toet leumang dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Ke-24  Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dilaksanakan di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan – Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (25/04/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung  dengan menghadirkan aparat gampong dan sejumlah perwakilan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Panton Makmur, Hendri menjelaskan bahwa kegiatan meuseuraya dilakukan sebagai bentuk koordinasi agar pelaksanaan toet leumang berjalan tertib, aman, dan sesuai kesepakatan bersama.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk berperan aktif. Intinya, toet leumang ini bukan hanya rutinitas, tetapi juga menjadi momen memperkuat silaturahmi dan menjaga nilai budaya di daerah kita,” ujarnya.

Sekdes Ridwan menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan unsur terkait agar tidak ada kendala di lapangan.

“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti arahan panitia dan aparat gampong. Semua sudah disusun dalam meuseuraya supaya pelaksanaan berjalan lancar,” tambahnya.

Salah satu warga, Dewi menyatakan bahwa ia dan warga lain mendukung kegiatan tersebut karena menjadi ajang kebersamaan.

“Senang sekali bisa ikut serta dalam meuseraya toet leumang. Kami jadi paham apa saja yang harus disiapkan dan bagaimana tata pelaksanaannya. Semoga semua berjalan baik dan masyarakat makin kompak,” ungkapnya.

Kegiatan meuseuraya toet leumang diakhiri dengan bupati Aceh Barat Daya menerima piagam rekor muri dunia.(T018)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...