HUT ke-24 Abdya Diramaikan Meuseraya Toet Leumang, Targetkan Rekor MURI

Ketua Panitia HUT Ke-24 Kabupaten Abdya, Jufri Yusuf. Minggu 19 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/T018]

Blangpidie. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan menggelar tradisi Meuseraya Toet Leumang pada 25 April 2026 di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Abdya sekaligus upaya memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) serta mempromosikan potensi daerah.

Ketua Panitia HUT ke-24 Abdya, Jufri Yusuf, menyebutkan jumlah lemang yang disiapkan mencapai 17.000 batang.

Pemerintah daerah menargetkan pencatatan rekor nasional melalui kegiatan tersebut.

“Lemang yang akan dibakar pada tanggal 25 April 2026 itu sebanyak 17 ribu batang. Pemerintah Abdya ingin cetak rekor MURI,” kata Jufri, kepada rahasiaumum.com, Minggu (19/04/2026).

Selain itu, panitia juga menyediakan 34.000 bungkus tapai beras sebagai pelengkap sajian.

Menurut Jufri, kuliner tersebut tidak terpisahkan dari tradisi masyarakat setempat.

“Makan lemang tanpa tapai itu tidak lengkap. Karena ini sudah menjadi tradisi kita di Aceh, khususnya Abdya,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi warga, sejalan dengan arahan Bupati Safaruddin.

“Sesuai arahan Pak Bupati, HUT Abdya dioptimalkan dengan berbagai event, sehingga adanya perputaran uang di tengah masyarakat,” ucapnya.

Untuk pelaksanaan, panitia membutuhkan sekitar 7,5 ton beras ketan, 17.000 batang bambu, puluhan ribu kelapa, serta daun pisang sebagai bahan utama.

Panitia mengajak masyarakat berpartisipasi dengan menyediakan bahan baku maupun dukungan lainnya guna menyukseskan acara sekaligus memperkuat promosi daerah.

Tradisi toet leumang di Aceh telah berlangsung sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam sebagai simbol kebersamaan.

Hidangan tersebut umumnya disajikan pada momen keagamaan seperti meugang Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, dan Maulid Nabi Muhammad, serta kini kerap dijumpai pada hari biasa, terutama saat musim durian.(T018)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...