Kasus BPRS Gayo, PN Takengon Jatuhkan Hukuman Penjara dan Ganti Rugi

Suasana sidang vonis kepada empat terdakwa kasus penyalahgunaan wewenang dalam pencairan pembiayaan perbankan syariah. Kamis 9 April 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/*]

Aceh Tengah. RU – Pengadilan Negeri Takengon menjatuhkan vonis kepada empat terdakwa kasus penyalahgunaan wewenang dalam pencairan pembiayaan perbankan syariah, Kamis (09/04/2026).

Para terdakwa diadili dalam empat perkara terpisah, yakni Andika Putra, Deski Prata, Syukuria, dan Aedy Yansyah.

Mereka didakwa menggunakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara bervariasi, mulai tujuh hingga 10 tahun.

Selain itu, para terdakwa diwajibkan membayar ganti kerugian sesuai peran masing-masing, dengan nilai tertinggi Rp7 miliar dan terendah Rp200 juta.

Hakim menyatakan pidana denda sebagaimana tuntutan jaksa tidak diterapkan karena dinilai tidak mencerminkan keadilan.

Sebagai gantinya, majelis menilai pembayaran ganti rugi lebih tepat, yang diberikan kepada Pemerintah Aceh Tengah sebagai pemilik perusahaan daerah.

Perkara ini ditangani majelis hakim yang awalnya dipimpin Fatria Gunawan bersama Damecson Andripari Sagala dan Eric Oktiviansyah Dewa.

Saat pembacaan putusan, komposisi berubah karena ketua majelis berhalangan, sehingga sidang dipimpin Damecson didampingi Eric dan Mula Warman Harahap.

Kasus bermula pada 2018 hingga 2024 di PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Gayo, Takengon.

Modus yang digunakan berupa pembiayaan fiktif dengan peran berbeda dari masing-masing terdakwa, mulai pemalsuan dokumen, rekayasa akta jual beli, penyalahgunaan fungsi audit internal, hingga kelalaian pengawasan oleh pimpinan.

Akibat perbuatan tersebut, BPRS Gayo mengalami kerugian sekitar Rp4 miliar dan akhirnya ditutup oleh Otoritas Jasa Keuangan.(*)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...