Polisi Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Lingkungan di Sungai Tadu

krueng tadu
Tim Polres dan DLHK Nagan Raya saat memeriksa dugaan pencemaran lingkungan di aliran sungai Krueng Tadu. (Foto: Humas Polres)

Sukamakmue. RU – Pihak Polres Nagan Raya bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Nagan Raya menindaklanjuti dugaan pencemaran lingkungan di Sungai (Krueng) Tadu.  

Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal mengatakan, pihaknya mendatangi langsung lokasi untuk memastikan serta mengumpulkan bahan keterangan awal usai mendapat informasi dari media massa.

“Tim telah mendatangi lokasi perusahaan perkebunan sawit di daerah itu serta melakukan pemantauan terhadap kondisi aliran sungai, termasuk mengamati warna dan bau air di Sungai Krueng Tadu,” kata Rizal dikutip Sabtu (28/03/2026).

Petugas juga mengambil sampel air dari beberapa titik, yaitu dari aliran outfall, outlet, serta aliran Sungai Krueng Tadu. 

“Sampel tersebut kemudian diserahkan untuk pemeriksaan laboratorium guna mengetahui apakah terdapat indikasi pencemaran atau tidak,” kata Rizal.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga melaksanakan serah terima sampel baku mutu air untuk selanjutnya dilakukan uji kualitas oleh pihak berwenang.

Langkah ini merupakan bagian dari proses penyelidikan awal untuk memastikan informasi yang berkembang di masyarakat.

Rizal menyebut kepolisian akan melakukan sejumlah tindak lanjut, di antaranya membuat administrasi penyelidikan, membawa sampel ke laboratorium, serta melakukan klarifikasi terhadap pihak perusahaan, warga sekitar, dan aparatur desa. 

“Selain itu, koordinasi juga akan dilakukan dengan instansi terkait baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Hasil dari seluruh rangkaian penyelidikan nantinya akan digelar guna menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam dugaan pencemaran tersebut,” sebutnya.(TH05)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...