Wamenaker: Pelatihan Vokasi Harus Tingkatkan Peluang Kerja

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor. Selasa 3 Maret 2026. [Foto Dok : Biro Humas Kemnaker/rahasiaumum.com]

Padang. RU – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan pelatihan vokasi harus berdampak nyata terhadap peningkatan kesempatan kerja dan tidak sekadar menjadi kegiatan administratif.

Menurut dia, program tersebut menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia apabila dijalankan dengan standar jelas, proses bermutu, serta berorientasi pada hasil.

“Oleh karena itu, pelatihan vokasi tidak boleh sekadar menggugurkan kegiatan. Pelatihan harus menghasilkan kompetensi yang diakui dan dibutuhkan pasar kerja. Jika pelatihan tidak meningkatkan peluang kerja, maka pendekatannya harus kita perbaiki bersama,” ujar Afriansyah saat membuka rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), webinar, dan short course di BPVP Padang, Senin (02/03/2026).

Ia menambahkan, agar program benar-benar berdampak, perencanaan harus berbasis informasi pasar kerja yang akurat dan mutakhir.

Dengan langkah itu, kegiatan yang diselenggarakan dapat selaras dengan kebutuhan dunia usaha maupun industri.

Sejalan dengan hal tersebut, kemitraan dinilai menjadi kunci efektivitas penyelenggaraan.

Kementerian Ketenagakerjaan mendorong seluruh balai latihan kerja di bawah naungannya membangun kolaborasi strategis bersama pelaku usaha serta sektor industri.

“Kami terus mendorong seluruh balai pelatihan di lingkungan Kemnaker untuk aktif membangun kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk BPVP Padang yang selama ini konsisten memperkuat kolaborasi strategis,” ujarnya.

Sepekan sebelumnya, BPVP Padang melaksanakan kegiatan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan komitmen agar program bersifat inklusif serta memberi kesempatan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja,” katanya.

Untuk memperkuat penempatan tenaga kerja, BPVP Padang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain BP3MI untuk pasar luar negeri serta Universitas Negeri Padang dalam pengembangan kebekerjaan berbasis heritage.

Sejumlah pelatihan singkat juga digelar menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pasar.

Melalui penguatan PBK, pendekatan link and match dengan industri, pemanfaatan data pasar kerja, serta kolaborasi strategis, Kemnaker menargetkan pada 2026 peningkatan jumlah lulusan yang bekerja atau berwirausaha, bertambahnya tenaga tersertifikasi, serta naiknya produktivitas, termasuk di Sumatera Barat.(*)

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...