3.248 Huntara Korban Banjir Aceh Selesai Dibangun

huntara-sarjani
Warga terdampak bencana mulai menempati hunian sementara di Pidie, Aceh, Kamis (22/1/2026). (Foto: Humas Pemkab Pidie)

Banda Aceh. RU – Penanganan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir besar di Aceh mulai menunjukkan kemajuan signifikan.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Wilayah Aceh mencatat sebanyak 3.248 unit Huntara telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan oleh warga terdampak di sejumlah kabupaten/kota.

Koordinator Satgas Percepatan Wilayah Aceh, Safrizal, mengatakan penyelesaian Huntara menjadi tahapan krusial dalam proses pemulihan pascabencana, sekaligus prasyarat sebelum korban dialihkan ke hunian tetap (Huntap).

“Penyelesaian Huntara menjadi syarat penting bagi pengalihan rumah tangga menuju skema hunian tetap,” kata Safrizal, dikutip Senin (02/02/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi Satgas, total kebutuhan Huntara di Aceh mencapai 16.294 unit.

Dari jumlah tersebut, capaian pembangunan terbesar berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan 1.000 unit, disusul Aceh Utara sebanyak 829 unit, Aceh Timur 400 unit, Aceh Tengah 275 unit, dan Pidie Jaya 222 unit.

Selain itu, Huntara juga telah rampung dibangun di Bener Meriah dan Gayo Lues masing-masing 200 unit, Nagan Raya 55 unit, Kota Lhokseumawe 40 unit, Kota Langsa 15 unit, Kabupaten Pidie 12 unit, serta Aceh Barat 12 unit.

Ia menjelaskan, pembangunan Huntara tersebut dilaksanakan melalui berbagai skema, mulai dari pembangunan di lokasi asal (in-situ), relokasi, hingga kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra swasta.

Menurutnya, penyelesaian ribuan unit Huntara menjadi fondasi penting dalam fase pemulihan fisik pascabencana.

Huntara akan berfungsi sebagai tempat tinggal sementara sebelum korban bencana dipindahkan ke hunian tetap.

Selain pembangunan Huntara, Satgas juga mencatat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah tuntas diberikan kepada sekitar 4.000 kepala keluarga di Aceh.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan dasar korban bencana tetap terpenuhi selama masa transisi.

“Dengan selesainya 3.248 unit Huntara, pemulihan fisik di Aceh telah memasuki tahap penting. Selanjutnya, fokus diarahkan pada pemanfaatan unit yang sudah rampung serta percepatan pengalihan ke hunian tetap di lokasi-lokasi yang telah siap,” ujar Safrizal.(TH05)

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...