Sister City Banda Aceh–Higashimatsushima Difokuskan ke Ekonomi Warga

Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Sekda Banda Aceh saat pertemuan daring bersama OPD dan pemangku kepentingan dari Higashimatsushima. Senin 19 Januari 2026. [Foto Dok : Prokopim Banda Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmen melanjutkan kerja sama sister city dengan Kota Higashimatsushima, Prefektur Miyagi, Jepang, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat kedua daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal saat memimpin pertemuan daring bersama organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan dari Higashimatsushima, Senin (19/01/2026).

Illiza menjelaskan, kemitraan antarkota ini telah dirintis sejak 2014 dan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman sebagai dasar kolaborasi lintas negara.

Menurutnya, Banda Aceh dan Higashimatsushima memiliki ikatan emosional yang dibentuk oleh pengalaman bencana tsunami serta nilai kemanusiaan yang sama.

“Kerja sama ini bertujuan memperkuat hubungan antarpemerintah kota melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, promosi ekonomi, dan pemahaman budaya untuk mendukung pembangunan daerah berkelanjutan,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, program sister city diharapkan menjadi instrumen strategis percepatan pembangunan daerah, perluasan jejaring internasional, serta peningkatan kesejahteraan warga, termasuk melalui pengembangan budidaya tiram.

Illiza juga menyebutkan dukungan pemerintah pusat terhadap kelanjutan kerja sama tersebut.

“Banda Aceh telah memperoleh izin dari Pemerintah Aceh untuk berkolaborasi dengan Higashimatsushima, termasuk mengoptimalkan peran Banda Aceh Academy dalam waktu dekat,” katanya.(TA019)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...