Awe Khupi Bangkitkan Tradisi Ngopi Pascabanjir Aceh Tamiang

Suasana pembukaan secara resmi warkop Awe Khupie di Aceh Tamiang, pascabanjir. Senin 19 Januari 2026. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Warung Kopi (Warkop) Awe Khupi 2026 resmi dibuka di Jalan Medan–Banda Aceh, Kampung Upah, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (19/01/2026).

Kehadiran warkop bernuansa Aceh itu disambut antusias masyarakat sebagai ruang baru untuk bersua pascabanjir bandang akhir 2025.

Peresmian ditandai dengan peusijuk yang berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, anggota DPRK, tokoh masyarakat, serta para penikmat kopi.

Undangan pembukaan sebelumnya disebarkan oleh Rusli dan Ishak Ibrahim selaku pemilik usaha melalui pesan singkat.

“Dipasca banjir bandang ini kami hadir untuk memberikan layanan dan menu minuman sesuai selera tamu. Semoga Awe Khupie menjadi tempat tongkrongan abadi bagi penikmat kopi. Insya Allah kami akan sajikan minuman kopi yang terbaik bagi pelanggan,” ujar Rusli.

Ia menambahkan, fasilitas WiFi disediakan untuk menunjang kebutuhan pekerja, pelajar, serta mahasiswa.

Sementara itu, Ishak Ibrahim menyebut kehadiran Awe Khupi menjadi jawaban atas hilangnya banyak warkop akibat terjangan banjir.

“Selain kalangan lintas generasi di Aceh Tamiang, kita berharap Awe Khupie ini menjadi tempat persinggahan bagi pecandu kopi yang sedang melakukan perjalanan dari dan ke Medan Banda Aceh,” katanya.

Awe Khupi menawarkan beragam menu makanan dan minuman, mulai dari Ayam Penyet, Mie Aceh, Mie Tiaw, Nasi Goreng, hingga Mie Bangladesh, serta Kopi Ulee Kareng, bandrek susu, teh susu, aneka jus, dan sajian lainnya.

“Menu yang kami sajikan memberikan harga bervariasi dan terjangkau, sehingga juga sangat cocok untuk kalangan remaja, menengah ke bawah, hingga masyarakat dan kalangan elite. Di sini ada 10 orang karyawan untuk melayani pelanggan dan buka 24 jam,” jelas Ishak.(S011)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...