Pemerintah Alokasikan Dana Rehab Rumah Rp15 Juta Hingga Rp60 Juta

Mendagri M Tito Karnavian
Mendagri M Tito Karnavian saat memberi keterangan kepada awak media. Senin 22 Desember 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Banda Aceh. RU – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan Pemerintah mengalokasikan dana rehab rumah untuk korban bencana sebesar Rp15 juta untuk kategori rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah hilang/rusak berat.

Alokasi dana itu akan segera disalurkan setelah dilakukan verifikasi untuk memastikan kategori tingkat kerusakan rumah terhadap calon penerima dana rehab tersebut.

“Saya beri waktu tiga hari untuk diverifikasi oleh BNPB serta Badan Pusat Statistik dan Capil. Kalau sudah clear, uangnya segera dibayarkan oleh BNPB, Rp15 juta untuk yang rumahnya rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang,” kata Tito Karnavian di Aceh Tamiang pada Minggu, 11 Januari 2026.

Sedangkan untuk rumah rusak berat dan hilang (hanyut), terdapat dua opsi, yakni mereka bisa tetap menunggu di tenda dan diberikan biaya, atau kemudian pindah ke hunian sementara (Huntara) yang kini sedang dibangun sebanyak 600 unit.

Kemudian, untuk opsi kedua, mereka diberikan biaya Rp1,8 juta per bulan selama tiga bulan, dan dapat diperpanjang sebagai uang untuk menunggu sampai rumahnya dibangun baru.

“Atau kalau mau bangun sendiri silakan membangun, akan diberikan dana Rp60 juta oleh BNPB,” ujarnya.

Selain itu, Tito menginginkan para agar pengungsi yang masih berada di tenda-tenda agar secepatnya untuk kembali setelah menerima dana perbaikan rumah, sehingga tidak terlalu banyak warga tinggal tempat pengungsian.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...