Kualasimpang. RU – Bupati Aceh Tamiang, Drs Armia Pahmi MH, menyebut bencana banjir hidrometeorologi di daerahnya sebagai musibah besar yang harus menjadi pelajaran penting tentang kebersamaan dan solidaritas antarsesama.
Hal itu disampaikan Armia saat memberikan sambutan dalam Pengajian Umum bertema Aceh Bangkit yang digelar Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) di Posko Dapur Umum dan pelayanan kesehatan gratis halaman Kantor DPRK Aceh Tamiang, Rabu (31/12/2025).
“Dari musibah ini mengajarkan kepada kita tentang habluminannas yang menumbuhkan solidaritas. Saya kagum dan bangga kepada masyarakat Aceh Tamiang yang saling bahu membahu saat banjir melanda,” ujar Armia.
Menurut dia, solidaritas tersebut merupakan wujud nyata tafsir Al Quran yang menebarkan kasih sayang antarmanusia.

Kehadiran MTA dari Solo, Jawa Tengah, bersama ratusan jamaah dari berbagai wilayah Sumatera Utara dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap ribuan korban banjir yang telah berlangsung hampir satu bulan.
Armia mengatakan, meski pernah berstatus pengungsi, dirinya bersama Wakil Bupati Ismail tidak pernah meninggalkan masyarakat.
Keduanya turun langsung meninjau warga hingga ke pelosok, meskipun akses jalan masih sulit dilalui akibat kerusakan infrastruktur.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, lanjut Armia, terus mengupayakan distribusi bantuan logistik ke seluruh titik pengungsian melalui jajaran satuan kerja pemerintah daerah.
Ia juga menyinggung berbagai tudingan miring dan fitnah yang beredar di media sosial selama masa tanggap bencana.

“Tudingan dan fitnah terus disebarkan, saya tahu karena saya mengikuti. Saya tidak marah, hanya berdoa semoga mereka bertaubat, karena itu dosa,” kata Armia.
Dalam kesempatan itu, Armia mengimbau masyarakat bersikap bijak dan menghentikan penyebaran fitnah di ruang digital.
“Kalau tidak paham keadaan, tolong jangan memaki dan menebar fitnah, berdosa itu,” ujarnya.
Armia berharap masyarakat tetap bersabar dan bertawakal menghadapi masa sulit.
Ia menilai pengajian dan zikir bersama dapat menjadi penguat mental pengungsi sekaligus sarana perbaikan diri.
“Marilah Al Quran kita jadikan kompas kehidupan agar masa sulit ini dapat kita lalui,” ucapnya.(S011)














