Jembatan Putus, Pemerintah Tidak Peka, Rakyat Bayar Boat 60.000 PP

Tampak masyarakat menggunakan jasa penyeberangan sungai. Senin 29 Desember 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/S011]

Kualasimpang. RU – Warga korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mengeluhkan tingginya biaya transportasi penyeberangan sungai sejak terputusnya Jembatan Lubuk Sidup, yang hingga kini belum mendapat solusi dari pemerintah daerah.

Di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk akibat hilangnya tempat tinggal, sumber penghasilan, dan kebun, warga harus mengeluarkan biaya Rp 60.000 untuk sekali perjalanan pulang pergi menggunakan perahu menuju Kualasimpang atau Karang Baru.

“Setiap perjalanan dalam keperluan ke kota Kualasimpang atau ke Karang Baru, jelas keluar enam puluh ribu ongkos bayar boat PP, seharusnya pemerintah tanggap dan peka dengan situasi serta kondisi rakyatnya,” ujar Yanto, warga Kecamatan Bandar Pusaka, kepada rahasiaumum.com, Senin (29/12/2025).

Yanto berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyediakan armada penyeberangan berupa perahu bermesin agar masyarakat tidak terus dibebani biaya Rp 30.000 per sepeda motor beserta penumpangnya.

“Jembatan terputus, pemerintah tidak peduli dengan kondisi ekonomi kami yang sekarang sudah sangat-sangat sekarat,” keluhnya.

Ia menilai penyediaan fasilitas penyeberangan oleh pemerintah dapat meringankan beban warga, terutama bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan pascabencana.

“Setidaknya masyarakat jangan dibebani biaya setinggi itu. Saya pribadi juga mengeluh, konon apalagi bagi masyarakat yang penghasilannya tidak jelas karena selama pasca banjir tidak memiliki lapangan kerja,” tutur Yanto.(S011)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...