Penggunaan Barcode BBM Bersubsidi di Aceh Resmi Dihentikan Sementara

Gubernur Aceh Muzakkir Manaf. Sabtu 29 November 2025. [Foto Dok : Humas Aceh/rahasiaumum.com]

Banda Aceh. RU – Langkah cepat Gubernur Aceh Muzakkir Manaf (Mualem) membuahkan hasil setelah BPH Migas menyetujui permintaan pembebasan penggunaan barcode BBM bersubsidi di seluruh wilayah terdampak bencana.

Permohonan ini tertuang dalam surat Nomor 500/10/18536 tanggal 28 November 2025 yang meminta keringanan pengisian solar dan Pertalite secara manual akibat lumpuhnya listrik, jaringan internet, serta akses jalan.

BPH Migas merespons melalui surat Nomor T631-MG.05/BPH/2025 yang menyatakan menyetujui pengisian JBT dan JBKP tanpa barcode bagi kendaraan dinas pemerintah serta kebutuhan penanganan bencana.

Informasi yang diterima rahasaiaumum.com, Sabtu (29/11/2025), lembaga tersebut menegaskan kebijakan khusus ini diberlakukan “untuk mendukung penanganan darurat di wilayah bencana.”

Seluruh SPBU di kabupaten/kota berstatus tanggap darurat diperbolehkan melayani pembelian BBM manual sejak 28 November hingga 11 Desember 2025, sesuai keputusan gubernur.

BPH Migas juga meminta Pertamina dan Pertamina Patra Niaga menerapkan kebijakan ini secara efektif di lapangan guna memperlancar distribusi logistik, mobilisasi alat berat, dan pergerakan tim penanggulangan bencana.(R015)

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...

SAAT PENYINTAS MEMBANGUN HUNTARA, HAK MEREKA MASIH MENUNGGU

DI TENGAH upaya pemulihan pascabanjir ekologis yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025, ratusan unit...