Pembangunan Jalan Muara Situlen–Gelombang Ancam Kelestarian TNGL

Hutan TNGL
Kawasan hutan lindung yang akan menjadi lokasi pembangunan jalan antara Muara Situlen (Kab.Aceh Tenggara) dengan Gelombang (Kota Subulussalam). (Foto: Dok Yayasan HAkA)

Banda Aceh. RU – Rencana pembangunan jalan penghubung antara Muara Situlen (Aceh Tenggara) dan Gelombang (Subulussalam), dinilai akan mengancam kelestarian hutan lindung di sebagian wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Juru Kampanye Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Raja Mulkan, mengatakan pemerintah perlu menjelaskan urgensi pembangunan jalan tersebut, terutama karena lokasinya berada di kawasan dengan nilai konservasi tinggi.

“Jangan sampai proyek ini hanya untuk memenuhi ambisi pembangunan di tengah meningkatnya deforestasi,” kata Raja Mulkan dikutip Kamis (06/11/2025).

Ia menambahkan, jalur yang akan dibuka itu juga kerap menjadi lokasi pelepasliaran Harimau Sumatera oleh lembaga konservasi. 

Pembukaan jalan baru, kata dia, berpotensi meningkatkan aktivitas manusia yang dapat mengganggu habitat satwa liar, khususnya spesies sensitif seperti harimau.

“Area itu sering dijadikan tempat pelepasan harimau. Kalau dibuka jalan, tentu aktivitas manusia meningkat dan bisa mengganggu satwa yang sensitif terhadap perubahan lingkungan,” kata Raja Mulkan. 

Sementara itu, Supervisor Riset Forum Konservasi Leuser (FKL), Ibrahim, menilai pemerintah sebaiknya mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada tanpa membuka akses baru di kawasan hutan.

“Jangan dulu merambah yang belum pasti. Mungkin ada opsi lain agar tidak kena hutan lindung,” ujarnya.

Berdasarkan peta rencana trase dan eksisting jalan Muara Situlen–Gelombang milik Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tenggara, jalur yang direncanakan memang beririsan dengan kawasan hutan lindung dan sebagian wilayah TNGL. 

Kawasan tersebut merupakan bagian penting dari bentang alam Leuser yang menjadi habitat satwa langka seperti harimau, gajah, dan orangutan Sumatera.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...