BGN Kecam Penganiayaan Kepala SPPG oleh Wabup Pidie Jaya

sonny sanjaya
Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya. (Foto: Dok BGN)

Jakarta. RU – Badan Gizi Nasional (BGN) mengecam tindakan penganiayaan yang menimpa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, bernama Muhammad Reza.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyatakan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Atas tindakan kekerasan tersebut, lanjutnya, BGN telah secara resmi melaporkan pelaku penganiayaan yang merupakan Wakil Bupati Pidie Jaya bernama Hasan Basri ke polisi.

“Petugas SPPG bekerja di lapangan dengan penuh tanggung jawab sesuai petunjuk teknis. Kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap mereka adalah tindakan yang mencederai nilai kemanusiaan dan profesionalisme,” kata Sony di Jakarta, dikutip Sabtu (01/11/2025).

Ia menambahkan, seluruh petugas pelaksana program MBG wajib mendapatkan perlindungan hukum dan dukungan moral dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami sudah mengarahkan tim pemantauan dan pengawasan wilayah untuk mendampingi korban dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Peristiwa tersebut sebelumnya dilaporkan secara resmi oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN melalui laporan khusus tertanggal 30 Oktober 2025.

Berdasarkan keterangan yang diterima, tindakan kekerasan itu terjadi ketika Wakil Bupati Pidie Jaya melakukan kunjungan mendadak ke SPPG Desa Sagoe.

Kunjungan yang semestinya bersifat pembinaan dan pengawasan program justru diwarnai kekerasan fisik kepada petugas SPPG setempat.

Dalam laporan disebutkan, Hasan Basri membentak relawan, mengancam, dan memukul Kepala SPPG Muhammad Reza di depan para petugas yang sedang bekerja.

Video penganiayaan itu pun viral di media sosial.

Menurut Reza, ia dipukul di bagian kepala setelah Hasan Basri memeriksa dapur dan menuding nasi MBG yang disiapkan petugas dalam kondisi basi.

“Padahal nasi baru dimasak memang harus didinginkan dulu sebelum dimasukkan ke ompreng agar tidak cepat basi,” kata Reza.

Ia menyebut, sebelum dirinya tiba, Wakil Bupati sempat membentak dan mencaci para petugas perempuan hingga menangis.

Begitu Reza datang dan memperkenalkan diri sebagai pimpinan SPPG, Hasan Basri langsung memukul kepalanya sambil menuduh menyediakan “nasi basi untuk anak-anak”.

Akibatnya, Reza mengalami luka dan mendapat perawatan di Puskesmas Trienggadeng.

Hasan Basri Minta Maaf

Beberapa jam kemudian, Hasan Basri mendatangi RSUD Pidie Jaya untuk menjenguk korban dan menyampaikan permintaan maaf di hadapan Kapolres Pidie Jaya serta tenaga medis.

“Saya mohon maaf atas tindakan saya. Tidak ada niat menyakiti, semua karena emosi sesaat,” ujar Hasan Basri.

Insiden ini sebelumnya sempat menimbulkan ketegangan di lokasi.

Sejumlah relawan menyebut Hasan Basri datang tanpa koordinasi dan mengancam akan membakar dapur MBG.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...