Jelang Dimulainya Pelayaran Aceh-Penang, Pelindo Benahi Pelabuhan Krueng Geukueh

Pelabuhan Kr.Geukueh
Staf Pelindo melakukan pengecekan crane di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Senin (20/10/2025). (Foto: ANTARA)

Lhoksukon. RU – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) terus membenahi fasilitas di pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, sebagai persiapan menjelang dimulainya pelayaran internasional dari pelabuhan Krueng Geukueh-Aceh Utara menuju Penang-Malaysia, baik untuk kegiatan ekspor maupun pengangkutan penumpang.

“Saat ini, kami telah menyiapkan sejumlah fasilitas pelabuhan untuk mendukung kegiatan dimaksud,” kata DBM OPSTEK Pelindo SPMT Branch Lhokseumawe, Taufik Rahmat Nasution, dikutip Rabu (22/10/2025).

Ia mengatakan, dermaga Krueng Geukueh ini memiliki panjang 267,5 meter dengan lebarnya 25 meter, dan mempunyai kedalaman 7-9 LWS (kedalaman air rendah), sehingga dapat mendukung kapal dengan kapasitas 3.000 GT.

“Dari sisi kepelabuhanan kami menyediakan dermaga 267 meter dengan kedalaman 9 LWS, itu mencukupi untuk kapal dengan GT 3.000 dengan kegiatan RoRo (kapal) barang dan penumpang,” ujarnya.

Kemudian, persiapan lainnya yang dimatangkan Pelindo yakni penyiapan gudang, area penyimpanan kontainer, serta alat berat untuk mendukung kegiatan ekspor nantinya.

Di pelabuhan Krueng Geukueh, saat ini juga telah tersedia gudang tempat penampungan sementara (TPS) seluas 800 meter persegi yang dapat digunakan untuk menyimpan komoditi ekspor, dengan kapasitas mencapai dua ribu ton.

“Gudang TPS ini kondisi sebelumnya 40 persen, dan Pelindo saat ini sedang dilakukan perawatan agar fungsi gudang tersebut menjadi layak, dan dapat dijadikan TPS pada kegiatan pelayaran Krueng Geukueh – Penang,” katanya.

Selain gudang, Pelindo juga mempersiapkan lahan untuk penempatan kontainer yang dapat menampung hingga 500 kontainer, beserta crane berkapasitas 150 ton serta berbagai sarana penunjang lainnya.

“Peralatan pelabuhan tersedia mobile crane 150 ton, reach stacker 45 ton dan forklift lima ton untuk mendukung kegiatan bongkar muat barang/kontainer,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, Pelindo mendukung penuh rencana perdagangan internasional oleh Pemerintah Aceh yang diharapkan bisa berlangsung pada akhir Oktober 2025 ini sebagai upaya membangkitkan pelabuhan sebagai pusat ekonomi baru di Aceh Utara.

Sebagai informasi, pemerintah Aceh berencana mengaktifkan kembali pelayaran internasional dari pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara menuju Penang, Malaysia, ditargetkan beroperasi pada akhir Oktober 2025.

Terkait rencana operasional pelayaran langsung Krueng Geukueh-Penang ini, Pemerintah Aceh juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), di kantor Gubernur Aceh.

Rapat koordinasi itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas surat Gubernur Aceh sebelumnya kepada Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pengoperasian pelayaran internasional Aceh-Penang tersebut.(TH05)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...