Warga Pardomuan Tolak Timbangan Sawit di Atas Tanah Wakaf

Salah satu pendemo yang membawa oretan bertulis "Kepala Desa Bukan Raja". Senin 20 Oktober 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/AFW016]

Kutacane. RU – Ratusan warga Desa Pardomuan II, Kecamatan Babul Rahmah, Kabupaten Aceh Tenggara, menggelar aksi unjuk rasa menolak keberadaan usaha timbangan sawit atau RAM yang berdiri di atas lahan kuburan umum. Senin (20/10/2025).

Warga menilai bangunan tersebut berdiri di atas tanah wakaf yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di depan lokasi usaha itu dijaga ketat oleh puluhan personel Kepolisian Polres Aceh Tenggara.

Warga membawa sejumlah spanduk dan poster berisi penolakan terhadap kegiatan timbangan sawit yang disebut-sebut dimiliki oleh kepala desa setempat.

Koordinator aksi, Josua, mengatakan warga menolak keras aktivitas jual beli sawit di lokasi tersebut karena dinilai melanggar fungsi lahan dan tidak memiliki izin resmi.

Ia menyebut lahan yang kini digunakan untuk menimbang sawit itu merupakan tanah wakaf peninggalan leluhur mereka.

“Kami meminta pihak kepolisian dan pemerintah menutup kegiatan timbangan sawit yang berdiri di atas kuburan wakaf. Tanah itu diberikan untuk kepentingan umum, bukan untuk usaha pribadi,” ujar Josua saat berorasi.

Menurut Josua, warga sebelumnya telah melaporkan keberadaan usaha tersebut ke pihak kecamatan dan kepolisian setempat.

Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut atau penyelesaian yang jelas.

“Laporan sudah kami sampaikan beberapa bulan lalu ke Polsek dan camat, tapi belum ada kejelasan. Karena itu, kami turun ke jalan untuk meminta tanggapan serius dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Camat Babul Makmur, Ismaidi, yang hadir di lokasi aksi, membenarkan bahwa usaha timbangan sawit tersebut belum mengantongi rekomendasi dari kecamatan.

“Kami akan melakukan mediasi dan menutup sementara kegiatan di lokasi hingga ada kesepakatan antara warga dan pemilik usaha,” ujar Ismaidi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut melalui jalur musyawarah.(AFW016)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...