Pidie  

Pemkab Pidie Usulkan WPR 2.166 Hektare

TambangIlegalPidie
Salah satu lokasi penambangan emas ilegal di Pidie. (Foto: Dok Polres Pidie)

Sigli. RU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat kepada Pemerintah Aceh dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan luas mencapai 2.166 hektare.

Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus mengatakan, usulan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pertambangan berkeadilan serta memberikan ruang legal bagi masyarakat dalam menambang sumber daya alam secara aman dan berkelanjutan.

“Wilayah Pertambangan Rakyat yang diusulkan tersebut meliputi di kawasan Kecamatan Tangse dengan luas 387 hektare, Kecamatan Mane seluas 328 hektare, dan Kecamatan Geumpang mencapai 1.451 hektare,” ungkapnya dikutip Rabu (08/10/2025).

Ia menyebutkan wilayah pertambangan rakyat yang diusulkan tersebut berdasarkan aspirasi masyarakat serta potensi sumber daya mineral di masing-masing kawasan tersebut.

“Beberapa titik wilayah yang diusulkan tersebut meliputi kawasan yang selama ini menjadi lokasi penambangan rakyat tradisional. Dengan penetapan wilayah pertambangan rakyat tersebut akan memberi ruang legal kepada masyarakat menambang sumber daya mineral,” katanya.

Usulan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat ini juga merupakan respons Bupati Pidie terhadap surat Gubernur Aceh serta berpedoman pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang pemerintahan Aceh

Pasal 156 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 menyebutkan Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten kota di Aceh mengelola sumber daya alam, baik di darat maupun di laut sesuai dengan kewenangannya.

“Tujuan penetapan wilayah pertambangan rakyat ini adalah untuk melindungi aktivitas masyarakat penambang dan memberikan kepastian hukum serta memastikan kegiatan pertambangan berjalan sesuai aturan perundang-undangan,” katanya.(TH05)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...