Hakim PN Bireuen Putuskan Sita Aset ‘Ratu Narkoba’ Aceh

Ratu
Terdakwa Hanisah mendengarkan putusan Hakim dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Pengadilan Negeri Bireuen, Jumat (29/08/2025). (Foto: Dok Kejari Bireuen)

Banda Aceh. RU – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, menjatuhkan vonis sita aset Hanisah yang di juluki ‘Ratu Narkoba’ Aceh, atas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim diketuai Raden Eka Pramanca yang didampingi dua hakim anggota dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bireuen, Jumat (30/08/2025).

Dalam putusannya, majelis hakim memvonis nihil pidana penjara terhadap terdakwa karena Hanisah juga merupakan terpidana seumur hidup dalam perkara narkotika berdasarkan Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI.

Majelis hakim menyatakan terdakwa Hanisah alias Nisah terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Adapun aset terdakwa dirampas untuk negara di antaranya mobil Toyota Alphard putih tahun 2022, mobil Honda CRZ merah milano tahun 2015, sejumlah sepatu dan tas bermerek.

Berikut, tanah dengan luas 200 meter persegi beserta bangunannya di Gampong Lamcot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, serta uang di rekening bank sebanyak Rp23 juta.

Majelis hakim juga memutuskan aset terdakwa lainnya berupa 16 tanah di Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Utara dikembalikan kepada terdakwa.

Atas putusan tersebut, terdakwa yang hadiri didampingi penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Sementara, jaksa penuntut umum menyatakan banding.

Perkara tindak pidana pencucian uang dengan terdakwa Hanisah merupakan pengembangan tindak pidana narkotika melibatkan beberapa orang lainnya yang divonis bersalah di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara

Seperti diberitakan sebelumnya, Hanisah, ditangkap tim Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di rumahnya di kawasan Juli, Kabupaten Bireuen, pada 8 Agustus 2023 lalu.

Penangkapan tersebut terkait kepemilikan dan pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 52,2 kilogram dan 323.822 butir pil ekstasi di Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia kemudian dituntut hukuman mati, namun hakim di pengadilan tingkat banding menjatuhkan vonis penjara seumur hidup dalam kasus kepemilikan narkoba tersebut.(TH05)

Open House Idul Adha Istri Gubernur Aceh di Pedalaman Aceh Barat

Meulaboh. RU – Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Gampong Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kamis...

Kisah Haru Jemaah Haji Subulussalam, Dilepas dan Disambut Wali Kota di Tanah Suci

MAKKAH – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti perjalanan jemaah haji asal Kota Subulussalam yang...

Menjaga Rasa Tradisi dari Dapur Rumahan Lamlhom

Aceh Besar. RU – Aroma gula merah dan santan masih kerap menguar dari dapur-dapur rumahan...

Dari Aceh Tamiang, Para Calon Pemimpin Belajar Tentang Empati

Di tengah pemulihan pascabencana, Aceh Tamiang tidak hanya membangun kembali infrastruktur yang rusak. Daerah ini...

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...