Wabup Aceh Timur: Rakyat Aceh Tidak Boleh Lupa Jasa Pejuang Aceh

Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, saat menghadiri Zikir dan Tausiah Hari Damai ke-20 Tahun Aceh di Mesjid Agung Darussalihin, Kecamatan Idi Rayeuk. Jumat 15 Agustus 2025. [Foto Dok : rahasiaumum.com/HB012].

Idi. RU – Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin sebut bangsa Aceh jangan melupakan para syuhada yang telah memperjuangkan nyawa dan darahnya untuk kepentingan bumi Serambi Mekah.

Hal itu disampaikan T.Zainal Abidin saat menghadiri Zikir dan Tausiah Hari Damai ke-20 Tahun Aceh di Mesjid Agung Darussalihin, Kecamatan Idi Rayeuk, dengan mengangkat tema “Justice and Hope”.

Menurutnya, perdamaian Aceh tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan dan syuhada yang telah gugur pada masa konflik Aceh masa lampau.

“Kita bukan membuka luka lama, namun para generasi bangsa Aceh harus mengenang jasa para syuhada yang telah terlebih dahulu meninggalkan kita demi kepentingan Aceh, Hari ini kita menggelar peringatan ke-20 Tahun hari damai aceh, semoga zikir dan doa yang kita bacakan dilimpahkan pahala kepada kita semua dan para syuhada yang telah gugur,” kata Wakil Bupati Aceh Timur, Jumat (15/08/2025).

T. Zainal mengingatkan, masyarakat Aceh harus terus merawat perdamaian, jauhi hal yang dapat membuat perpecahan sesama dan hargai perbedaan pendapat.

“Jaga hati tetap bersih dari kebencian, perkuat silaturahmi, dan saling menghargai perbedaan, damai itu indah dan dari sinilah lahir keadilan dan kesejahteraan,” ucap Zainal.

Dalam Zikir dan Tausiah tersebut turut dihadiri, Ulama Aceh, Teungku H.Mukhtar Ibrahim atau dikenal Abati Aramia, Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi dan ASN dilingkungan Kabupaten setempat serta masyarakat Aceh Timur.(HB012)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...