Usai PON XXI, DLH Aceh Besar Kembali Maksimalkan Pelayanan Sampah

Avatar photo
Usai PON XXI, DLH Aceh Besar Kembali Maksimalkan Pelayanan Sampah

Jantho. RU – Usai perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar kembali memaksimalkan layanan sampah bagi masyarakat. Selain itu DLH juga terus mengimbau agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

Kepala DLH Aceh Besar, Muwardi, SH, mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan sampah bagi masyarakat sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan di Aceh Besar.

“Kita terus optimalkan layanan, jadi, tidak hanya saat ada perayaan hari besar atau event nasional saja, namun setiap saat kita melakukan penertiban sampah di Aceh Besar,” kata Muwardi, Kamis (26/9/2024).

Ia juga menyampaikan, kebersihan lingkungan itu menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah saja. Tapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama. Perangkat gampong di Aceh Besar bisa melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dengan menggunakan anggaran desa, jadi tidak ada alasan untuk membiarkan sampah berserakan.

Kadis LH Aceh Besar Muwardi SH mengatakan sampah memang sering menjadi persoalan dan mengganggu, karena setiap hari volumenya semakin bertambah, namun kurang mendapat perhatian kita bersama.

“Untuk itu sosialisasi ini digear supaya kita semua memiliki informasi dan edukasi agar peduli terhadap sampah,” katanya.

Muwardi juga menambahkan bahwa peduli sampah tidak hanya soal membuang sampah pada tempatnya, namun juga bagimana masyarakat dapat memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan maupun yang bisa dijual atau bernilai ekonomis.

“Sampah tidak semuanya tidak berguna, ada yang masih bisa dimanfaatkan seperti untuk organik maupun yang dapat diolah kembali dan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah (LB3) DLH Aceh Besar, Mulyadi, SH, mengharapkan kepada masyarakat Aceh Besar untuk dapat memilah limbah B3 dari rumah tangga. Limbah B3 rumah tangga adalah limbah yang mengandung bahan atau kemasan berbahaya dan beracun yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga atau sehari-hari.

“Baterai bekas adalah salah satu contoh limbah B3 rumah tangga yang tidak mudah terurai. Baterai mengandung berbagai logam berat seperti merkuri, nikel, timbal, kadmium, dan lithium. Baterai yang sudah tidak terpakai lagi masuk dalam kategori limbah B3 yang sering ditemui di Rumah Tangga. Jadi, sebaiknya masyarakat memilah terlebih dahulu,” pungkasnya. (rel)

Ambulans Baru, Harapan Baru Aceh Tamiang

Kualasimpang. RU – Pascabanjir besar yang sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan, secercah harapan kembali mengalir...

Rasa Haru di Balik Amanah: Jejak Pengabdian Khalidin Umar Barat di Tanah Suci

Subulussalam. RU – Ada momen yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan dengan kata-kata ketika nama Khalidin...

Dari Subulussalam ke Makkah, Kiprah Khalidin Melayani Jemaah

Makkah. RU – Suatu anugerah besar kembali diraih Khalidin Umar Barat salah satu putra terbaik...

Huntara Kementrian PU–PT WIKA, Hunian Asri Penyembuh Duka Penyitas

Kualasimpang. RU – Bagi warga Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang, Hunian sementara (Huntara)...

Ketika MoU Helsinki Kembali Disuarakan di Tengah Revisi UUPA

Banda Aceh. RU – Suasana Anjong Mon Mata di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh,...