Kualasimpang. RU – Komitmen Presiden RI, Prabowo Subianto untuk memutuskan mata rantai kemiskinan serta memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana prasarana pendidikan pembelajaran digital dan peningkatan kualitas kualifikasi dan kinerja guru melalui kualifikasi peningkatan kompetensi dan kesejahteraan merupakan program yang sangat tepat.
“Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas sebagaimana disebutkan dalam Asta cita ke-4. Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur melalui pendidikan,” Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2025, Senin (05/05/2025).
Sambutan Menteri pendidikan dasar dan menengah Republik Indonesia pada peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2025 lalu disebutkan, Hari Pendidikan Nasional 2025 merupakan momentum untuk menunggu dan meningkatkan dedikasi komitmen dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan layanan pendidika terbaik, bermutu dan kemajuan bagi seluruh anak bangsa.
“Undang-undang dasar 1945 menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan di dalam undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2023 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai amanat konstitusi tidak boleh ada diskriminasi atas dasar agama, fisik suku bahasa, ekonomi jenis kelamin domisili dan sebab-sebab lain yang menyebabkan seseorang kehilangan memperoleh pendidikan,” lanjutnya.
Dikatakan, pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil yang melekat dalam diri setiap insan baik sebagai pribadi maupun bernegara.
Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia dan peradaban bangsa secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual dalam konteks kebangsaan.
Pendidikan menurut Menteri Dikdasmen adalah sarana mobilitas sosial politik yang secara vertikal mengangkat harga dan martabat bangsa Karena itu sangat tepat ketika presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas.
Dan kecerdas kecerdasan artificial secara pedagogi dalam rangka membentuk karakter Kementerian membuat kebijakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang meliputi bangun pagi beribadah berolahraga makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.
Seusai kegiatan Hardiknas, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail kepada rahasiaumum.com mengatakan,
Hardiknas yang hari ini diperingati di Kabupaten Aceh Tamiang hendaknya dijadikan penyemangat bagi semua guru. Hal itu dapat dilihat dari kehadiran seluruh peserta upacara yang dengan antusias hadir dan mendengarkan sambutan Menteri Pendidikan yang dibacakan Ismail.
“Guru-guru antusias, murid antusias untuk mengikuti ini, mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita dapat meningkatkan mutu pendidikan. Kita bisa meningkatkan semangat anak-anak kita untuk belajar yang lebih baik,” ungkap Ismail.(S011)














