HMI Kutacane: Tak Cukup Hanya Dipulangkan, Murni Perlu Pendampingan

Kepala Bidang PTKP HMI Cabang Kutacane, Sayang Nashihin. Selasa 3 November 2026 [Dok. Pribadi/rahasiaumum.com]

Kutacane. RU – Kepulangan Murni, warga Kabupaten Aceh Tenggara yang sempat terlantar di Malaysia, diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian proses pemulangan.

Pemerintah daerah diminta memastikan perempuan tersebut mendapat pendampingan sosial dan perhatian setelah kembali ke kampung halaman.

Permintaan itu disampaikan Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane, Sayang Nashihin, menyusul rampungnya penerbitan dokumen perjalanan Murni oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Berdasarkan informasi yang diterima, Murni dijadwalkan bertolak dari Kuala Lumpur menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan, pada 5 November 2026 menggunakan pesawat Indonesia AirAsia QZ125, pukul 08.40 waktu setempat.

Dari Medan, perjalanan akan dilanjutkan menuju Kabupaten Aceh Tenggara.

Sayang menilai, proses pemulangan tersebut merupakan langkah penting dalam penanganan persoalan yang dihadapi Murni.

Namun, pemerintah tidak boleh menganggap persoalan selesai begitu yang bersangkutan tiba di Indonesia.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara perlu memastikan kondisi sosial Murni dan keluarganya, sekaligus memberikan pendampingan agar kehidupannya dapat kembali berjalan secara layak.

“Jangan hanya memastikan Murni pulang, tetapi pastikan juga kehidupannya setelah pulang mendapatkan perhatian. Persoalan kemanusiaan tidak selesai hanya dengan memulangkan seseorang, tetapi juga bagaimana memastikan ia dapat kembali menjalani kehidupan secara layak,” kata Sayang kepada rahasiaumum.com, Selasa (03/11/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh, Dinas Sosial Aceh, Baitul Mal Aceh, KBRI Kuala Lumpur, Yahdi Hasan, serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pemulangan Murni.

Menurut Sayang, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penanganan warga Aceh yang menghadapi persoalan dan kesulitan selama berada di luar negeri.

“Alhamdulillah, kita menyambut baik kabar kepulangan saudari Murni. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan di luar negeri, sudah sepatutnya semua pihak hadir memberikan perhatian dan bantuan,” ujarnya.

HMI Cabang Kutacane berharap perjalanan Murni dari Malaysia menuju Aceh Tenggara berlangsung lancar sehingga ia dapat kembali berkumpul bersama keluarga.

HMI juga meminta pemerintah memastikan perlindungan dan pendampingan berkelanjutan bagi Murni setelah kepulangannya.(AFW11)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...