Kutacane. RU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane memasuki periode kepengurusan baru 2026-2027 di bawah kepemimpinan Khairil Anwar.
Organisasi mahasiswa tersebut menargetkan penguatan tradisi intelektual kader sekaligus memperluas peran dalam mengawal persoalan masyarakat di Aceh Tenggara.
Khairil mengatakan, HMI tidak akan membatasi aktivitas pada urusan internal organisasi.
Kepengurusan yang dipimpinnya akan memperkuat kapasitas akademis kader serta meningkatkan keterlibatan dalam isu-isu kerakyatan.
“HMI akan memfokuskan arah gerak pada penguatan kualitas akademis kader, pendampingan isu-isu kerakyatan, serta penyusunan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar Khairil kepada rahasiaumum.com, Selasa (01/09/2026).
Menurut Khairil, tradisi intelektual harus menjadi landasan setiap sikap dan gerakan organisasi.
Kritik terhadap kebijakan publik, lanjut dia, perlu disusun berdasarkan kajian objektif serta disertai gagasan alternatif untuk menyelesaikan persoalan.
Atas dasar itu, HMI Cabang Kutacane akan menempatkan diri sebagai mitra kritis sekaligus strategis bagi pemerintah daerah.
Namun, posisi tersebut tidak berarti organisasi masuk ke dalam struktur pemerintahan.
Independensi tetap menjadi pijakan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Kepengurusan baru juga memprioritaskan pendampingan terhadap persoalan warga serta program pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Pelantikan pengurus periode 2026-2027 menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan intelektual dan kontrol sosial di Aceh Tenggara.
Khairil menegaskan, keberhasilan kepengurusan tidak semata-mata diukur dari jumlah program yang terlaksana.
Kemampuan kader membaca persoalan, menyampaikan kritik secara argumentatif, serta menawarkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat juga menjadi ukuran penting.
Pada periode baru ini, HMI Cabang Kutacane membawa agenda memperkuat tradisi intelektual, menjaga independensi organisasi, dan memperluas kontribusi bagi masyarakat Aceh Tenggara.(AFW11)













