Antusias Saksikan Pengumuman Juara, Warga Padati Arena MTQ Aceh Besar

Tampak masyarakat memadati arena utama penutupan MTQ ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar di Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro. Jumat 30 Oktober 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Ribuan warga memadati Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Jumat (30/10/2026) malam, untuk menyaksikan pengumuman pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar.

Masyarakat datang bersama keluarga dan pendukung kafilah masing-masing kecamatan untuk mengetahui hasil akhir perlombaan.

Salah seorang warga, Ikhsan, mengaku senang dapat menyaksikan langsung malam penutupan MTQ.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mendorong generasi muda mencintai Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami sangat senang bisa hadir dan menyaksikan langsung penutupan MTQ ini. Kami memang ingin mengetahui siapa saja yang berhasil menjadi juara. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat baik untuk mendorong generasi muda semakin mencintai Alquran,” ujarnya.

Meski kecamatannya belum meraih juara, ia berharap pembinaan peserta semakin ditingkatkan.

“Walaupun kecamatan kami belum berhasil menjadi juara, insyaallah pada MTQ ke-36 nanti bisa meraih prestasi yang lebih baik. Semoga para peserta semakin giat berlatih dan pembinaan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Warga lainnya, Syauqi, juga berharap MTQ terus dilaksanakan sebagai wadah memotivasi generasi muda mempelajari Al-Qur’an.

“Menurut saya, MTQ ini sangat bagus karena dapat memotivasi anak-anak dan generasi muda untuk lebih giat belajar Alquran. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan pembinaannya semakin ditingkatkan agar semakin banyak generasi muda yang berprestasi,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penilaian Dewan Hakim, Kecamatan Peukan Bada keluar sebagai juara umum dengan 205 poin.

Posisi kedua diraih Darul Imarah dengan 137 poin, disusul Kuta Baro dengan 124 poin.

Antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan dukungan terhadap pembinaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat syiar Islam di Kabupaten Aceh Besar.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...