Tutup MTQ ke-35, Wabup Aceh Besar Tekankan Pengamalan Nilai Al-Qur’an

Wabup H. Syukri A. Jalil menyerahkan piala tetap juara pertama kepada Camat Peukan Bada, Salamuddin ZM, SE pada penutupan MTQ ke-35 Aceh Besar di arena utama, Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro. Jumat 30 Oktober 2026 [Dok. MC Aceh Besar/rahasiaumum.com]

Aceh Besar. RU – Wakil Bupati Aceh Besar, H. Syukri A. Jalil, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Syukri saat menutup MTQ ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar di Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, Jumat (30/10/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Syukri mengapresiasi panitia, pemerintah Kecamatan Kuta Baro, masyarakat, aparat keamanan, Dewan Hakim, serta seluruh peserta dan official dari 23 kecamatan yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

“Keberhasilan pelaksanaan MTQ ke-35 ini merupakan hasil kerja sama dan semangat gotong royong semua pihak. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan serta kerja keras seluruh pihak sehingga kegiatan ini berlangsung lancar dan sukses,” ujar Syukri.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Kecamatan Peukan Bada yang berhasil meraih juara umum dengan 205 poin.

Posisi kedua diraih Darul Imarah dengan 137 poin, sedangkan Kuta Baro berada di peringkat ketiga dengan 124 poin.

Syukri meminta para juara terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Aceh. Adapun peserta yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati dan tetap berlatih.

“Bagi peserta yang meraih juara, jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati dan teruslah berlatih. Sebab, esensi MTQ bukan hanya tentang meraih juara, tetapi bagaimana kita mampu membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat melanjutkan semangat MTQ dengan membumikan Al-Qur’an di lingkungan keluarga, gampong, dan masjid.

“Jangan biarkan semangat syiar Al-Qur’an berhenti sampai di sini. Mari kita bawa semangat MTQ ke tengah kehidupan masyarakat untuk mewujudkan Aceh Besar yang Qur’ani, berakhlak mulia, sejahtera, dan penuh berkah,” pungkasnya.(*)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...