Banda Aceh. RU – Pemerintah Kota Banda Aceh menambah sembilan unit mobil pikap Mitsubishi L300 untuk memperkuat armada pengangkutan sampah.
Penambahan kendaraan ini diharapkan dapat mengatasi keterlambatan pengangkutan sampah di tengah volume sampah harian yang mencapai ratusan ton.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, produksi sampah di ibu kota Provinsi Aceh tersebut mencapai 220 hingga 270 ton per hari.
Sementara itu, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam memastikan pengangkutan sampah berjalan tepat waktu.
“Dengan adanya penambahan kendaraan sembilan unit Pick Up L300 sebagai operasional sampah ini, kita harapkan persoalan waktu pengangkutan bisa lebih optimal. Target kita, pukul 08.00 pagi Banda Aceh sudah bersih dari tumpukan sampah,” kata Illiza seusai penyerahan armada kebersihan di Taman Putroe Phang, Selasa (27/10/2026).
Selain menambah kendaraan operasional, Pemko Banda Aceh berencana menyediakan becak motor pengangkut sampah yang akan dikelola langsung oleh pihak gampong atau desa.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi gampong yang dinilai memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Illiza juga mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami sangat berharap masyarakat bisa bersama-sama memiliki kesadaran sampah yang tinggi, sehingga Banda Aceh ke depan benar-benar bisa menjadi kota yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah,” ujar Illiza.
Ia menegaskan, upaya mewujudkan kota yang bersih membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, petugas kebersihan, aparatur gampong, hingga masyarakat.(RSR12)













