Kutacane. RU – Ishak alias Icak, narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Aceh Tenggara, meninggal dunia di RSUD H Sahudin Kutacane, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia meninggal sehari setelah ditemukan petugas di rumahnya di Desa Simpang Semadam, Kecamatan Semadam.
Kasubsi Keperawatan Lapas Kelas IIB Kutacane, Yosi Miranda, membenarkan kabar tersebut.
Ia mengatakan, setelah Ishak dibawa kembali ke lapas pada Jumat, 23 Oktober 2026, tim kesehatan langsung memeriksa dan memantau kondisinya.
“Setelah dilakukan pemeriksaan kemarin dan dilakukan pemantauan kepada tahanan Ishak, tidak ada keluhan yang fatal,” kata Yosi, Minggu (25/10/2026).
Namun, pada Sabtu sekitar pukul 08.00 WIB, petugas kesehatan menerima informasi melalui grup WhatsApp bahwa Ishak mengalami sesak napas dan muntah darah.
Petugas kemudian memeriksa kondisinya dan membawanya ke RSUD H Sahudin Kutacane karena kondisinya memburuk.
“Setiba di rumah sakit dan telah dilakukan upaya pemeriksaan dari pihak dokter, nyawa pasien tidak terselamatkan atau meninggal dunia,” ujar Yosi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari keluarga mengenai kematian Ishak.
Penyebab pasti kematiannya juga belum diketahui.
Kepala Lapas Kelas IIB Kutacane, Reinhards Indra Pitoy, menjelaskan bahwa Ishak ditemukan setelah pihaknya menerima informasi dari jajaran Intelkam Polres Aceh Tenggara mengenai keberadaannya di Desa Simpang Semadam.
Petugas lapas kemudian membentuk tim yang melibatkan Seksi Keamanan dan Ketertiban, Kesatuan Pengamanan Lapas, serta bagian registrasi dan perawatan.
Setelah berkoordinasi dengan Polres Aceh Tenggara, petugas mendatangi rumah Ishak dan menemukannya di dalam kamar.
“Buron yang kabur dari lapas, Ishak, ditemukan petugas berada di dalam kamar rumahnya dan langsung dibawa kembali ke lapas untuk menjalani asesmen sebagai bahan evaluasi dan dasar penentuan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Indra Pitoy.
Ishak merupakan satu dari puluhan warga binaan yang melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Kutacane pada 10 Maret 2025.
Kematiannya sehari setelah dijemput petugas menjadi perkembangan terbaru dalam kasus pelarian tersebut.(AFW11)













