Mahasiswa Unimal Sabet 4 Juara Kontes Robot Nasional

juara kompetisi robot
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh bersama dosen pembimbing usai menjuarai Kontes Robot Nasional di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (22/10/2026). (Foto: Dok Unimal)

Lhokseumawe. RU – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe, berhasil menyabet empat penghargaan dalam Kontes Robot Nasional PNL 2026 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Lhokseumawe.

“Kami mengapresiasi atas keberhasilan mahasiswa berhasil meraih empat penghargaan dalam Kontes Robot Nasional di Politeknik Negeri Lhokseumawe,” ujar Koordinator Program Studi Teknik Elektro Universitas Malikussaleh Teuku Multazam, Jumat (23/10/2026). 

Empat penghargaanyang diraih yakni; juara pertama desain line follower dan juara pertama desain sumobot kelas satu kilogram.

Kemudian juara kedua divisi line follower, dan juara ketiga divisi sumobot kelas satu kilogram.

Tim divisi line followerdipimpin Muhammad Rafie Ikhwan dengan anggota Islahuddin. Dalam kategori line follower, peserta dituntut mengembangkan robot yang mampu mengikuti lintasan sesuai ketentuan perlombaan. 

Kategori line follower ini menuntut kemampuan merancang sistem kendali, mengintegrasikan sensor, serta mengatur pergerakan robot menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan kompetisi.

Sementara itu, tim divisi sumobot kelas satu kilogram dipimpin Mhd Redzuan bersama anggota Hilmi Khomsyata Asyar Pulungan.

Kompetisi sumobot ini menguji kemampuan peserta merancang robot yang dapat bergerak dan bermanuver untuk menghadapi robot lawan di arena pertandingan.

Teuku Multazam mengatakan partisipasi dalam kompetisi robotika memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengembangan teknologi. 

Melalui proses perancangan dan pengujian robot,  mahasiswa dapat mengaplikasikan berbagai bidang keilmuan, seperti elektronika, pemrograman, sensor, mekanika, dan sistem kendali dalam satu kesatuan sistem yang terintegrasi.

“Kompetisi ini dilakukan untuk mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan praktikum, proyek rekayasa, penelitian, agar mampu merancang, mengembangkan, dan menerapkan teknologi sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Teuku Multazam.(TH05)

Di Balik Batu Bata, Peluh Aisyah dan Parman Menyambung Hidup

Banda Aceh. RU – Gerimis membasahi tumpukan tanah liat dan batu bata di sebuah tempat...

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...