4.000 Santri di Aceh Tenggara Peringati Hari Santri Nasional

Tampak barisan santri di Aceh Tenggara ikuti pawai dalam rangka peringati Hari Santri Nasional. Kamis 22 Oktober 2026 [Dok. rahasiaumum.com/AFW11]

Kutacane. RU – Pesantren diharapkan terus menjadi pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Setdakab Aceh Tenggara, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan itu diikuti sekitar 4.000 santri dari berbagai dayah di kabupaten tersebut.

Yusrizal mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan, dakwah, serta pembentukan karakter.

Karena itu, keberadaan dayah perlu terus dirawat dan dikembangkan agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman agama yang kuat.

“Kita harus merawat dan mengembangkan pesantren agar semakin berperan dalam menjawab tantangan zaman. Dengan begitu, perjuangan para ulama kita dapat terus dikenang dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya,” ujar Yusrizal.

Ia berharap para santri dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Yusrizal juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama, abuya, pimpinan dayah, dan guru yang selama ini berperan dalam membangun kehidupan keagamaan di Aceh Tenggara.

Selain mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional, para santri sebelumnya mengikuti perlombaan pidato dalam tiga bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kemampuan santri dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan komunikasi.(AFW11)

Ketegor atau Ketegukh, Warisan Pengetahuan Leluhur Melayu Tamiang untuk Sakit Perut Anak

Kualasimpang. RU – Ketika sakit perut tiba-tiba menyerang anak, sebagian masyarakat Melayu Tamiang masih memiliki...

Merah Putih Berkibar di Pulo Nasi, Merayakan Indonesia dari Pulau Terluar

Pagi di Pulo Nasi terasa berbeda. Merah Putih berkibar di berbagai sudut, berpadu dengan umbul-umbul...

Saat Jadwal Kapal Membatasi Langkah Wisatawan ke Pulo Aceh

“Pulo Aceh yang Menunggu Kapal, Ketika Pesona Wisata Terhalang Akses Transportasi“ ACEH BESAR — Hamparan...

Nipah Atsiri dan Mimpi Kebangkitan Nilam Pulau Aceh

“Menghidupkan Kembali Nilam Pulau Aceh, Dari Sejarah Rempah Menuju Harapan Ekonomi Baru“ PULAU ACEH –...

UPAH YANG TERTAHAN DI TANAH HUNTARA

PULUHAN pekerja pada proyek pembangunan Huntara 1 di belakang Gedung DPRK Aceh Tamiang dan Huntara...