Kutacane. RU – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengerahkan dukungan 18 unit alat berat dan delapan dump truck pinjaman dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pusat untuk mempercepat penanganan dampak banjir, terutama perbaikan tanggul sungai yang jebol.
Penyerahan peralatan berlangsung di Desa Purwodadi, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara, Senin (19/10/2026).
Seluruh peralatan dapat digunakan selama 20 hari dengan waktu operasional delapan jam per hari.
Jika penanganan darurat belum selesai, pemerintah daerah dapat mengajukan perpanjangan masa peminjaman sesuai ketentuan.
Biaya operasional peralatan selama masa peminjaman ditanggung pemerintah pusat.
Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry mengatakan, bantuan tersebut diperlukan untuk mempercepat pekerjaan darurat di sejumlah lokasi terdampak banjir.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan pemerintah pusat. Kami berharap alat berat ini dapat mempercepat penanganan tanggul yang jebol dan melindungi masyarakat dari ancaman banjir susulan,” ujar Salim.
Ia menjelaskan, penggunaan alat berat akan diprioritaskan untuk memperbaiki tanggul sungai yang jebol dan infrastruktur terdampak banjir.
Pemerintah daerah juga meminta dukungan TNI dan Polri agar pekerjaan di lapangan berjalan lancar.
Adapun 18 unit peralatan yang dipinjam terdiri dari dua excavator PC 200, dua excavator PC 75, dua excavator long arm, dua backhoe loader, tiga bulldozer, dua motor grader, dua vibrator roller, satu wheel loader, satu trado, dan satu water tank truck. Selain itu, tersedia delapan unit dump truck untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
Salim menegaskan, material hasil penanganan tidak boleh diperjualbelikan. Material tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan fasilitas umum sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Zein Faudi dari Tim Satgas PRR Pusat, Biro Umum Kementerian Dalam Negeri, berharap dukungan peralatan tersebut membantu Pemkab Aceh Tenggara mempercepat penanganan dampak banjir.
Dengan masa peminjaman yang terbatas, pemerintah daerah diharapkan mengoptimalkan penggunaan seluruh peralatan agar pekerjaan darurat, khususnya perbaikan tanggul dan pemulihan infrastruktur, dapat diselesaikan secepat mungkin.(AFW11)













